Kompas.com - 28/12/2012, 19:54 WIB
|
EditorFarid Assifa

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com -- Kendala transportasi dan kondisi medan yang sulit untuk mengakses sekolah, terutama siswa di pedesaan terpencil, menjadi alasan sebagian siswa di Polewali Mandar, Sulawesi Barat putus sekolah. Sebagai solusinya, sejumlah sekolah di daerah ini menyewa angkutan antarjemput untuk siswa secara gratis.

Dalam pantauan Kompas.com, puluhan siswa berseragam pramuka lengkap terlihat sedang nongkrong di pos ronda Desa Mirring, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar, Jumat (28/12/2012). Mereka sedang menunggu angkutan umum gratis yang disediakan sekolah. Pos ronda di jalan poros Sulbar ini pun dijadikan halte bagi mereka untuk menunggu mobil jemputan yang disewa sekolah.

Maklum, ratusan siswa Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Kanan, Polewali Mandar ini tinggal di dusun terpencil yang belum terjangkau angkutan umum. Untuk bisa bersekolah, mereka harus menempuh perjalanan dengan jalan kaki menembus hutan dan gunung berjarak belasan kilometer. Itu pun baru dari rumah mereka ke jalan poros. Setelah itu, mereka harus melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan umum ke sekolah.

Agar tidak terlambat masuk sekolah dan tidak ketinggalan mobil jemputan, para siswa ini harus berangkat dari rumah mereka pukul 5.00 subuh hari, saat jalan masih gelap dan belum ada aktivitas warga. Dari rumah mereka ke "halte" pos ronda itu menempuh waktu 30 menit hingga satu jam dengan berjalan kaki. Para siswa ini harus tiba di pos ronda sebelum pukul 06.30. Sebab, mobil jemputan mereka memberi toeransi waktu hingga pukul 6.30 Wita. Jika melebih jam itu, mereka harus naik angkutan umum yang lain dan tentu saja membayar ongkos sendiri.

"Kalau hujan dan biasa banjir kita sering terlambat, maka ditinggalkan mobil, terpaksa naik kendaraan umum agar bisa tetap sampai ke sekolah," ujar Siti Rahma, salah satu siswi MIS yang tinggal di dusun terpencil di Lembang.

Siti mengaku harus berangkat dari rumahnya pukul 5.30 Wita agar tidak ketinggalan mobil jemputan. Rahma harus berjalan kaki selama satu jam dari rumahnya ke jalan poros.

Sementara itu, Kepala MIS Kanang, Polewali Mandar, Lukman SAg menyebutkan, untuk membantu ratusan siswa mereka yang tinggal di dusun terpencil, pihak sekolah menyewa angkutan bagi siswa. Namun karena kondisi medan yang sulit dan tak semua bisa dijangkau kendaraan, para siswa mereka masih harus bersabar berjalan kaki ke jalan poros, sebelum melanjutkan perjalanan ke sekolah setiap hari.

"Penyedian angkutan antar jemput siswa secara gratis adalah salah satu upaya pihak skeolah membantu mengatasi kesulitan siswa, terutama meraka yang tinggal jauh di dusun terpencil," ujar Lukman.

Untuk menyewa angkutan umum bagi siswa, lanjut Lukman, pihak skeolah harus menyediakan biaya Rp 1 juta per bulan. Lukman menyatakan, pihak sekolah berharap program bantuan transportasi gratis bagi siswa yang dianggarkan dari dana bantuan operasional sekolah (BOS), bisa memancing semangat siswa daerah terpencil agar tetap rajin datang ke sekolah. Selain itu, pihak sekolah juga berharap dengan bantuan ini tak ada lagi siswa di dusun terpencil yang berhenti atau putus sekolah dengan alasan kendala transportasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.