Kompas.com - 20/12/2012, 23:46 WIB
|
EditorFarid Assifa

KENDARI, KOMPAS.com — Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara menetapkan tersangka terhadap Alimuddin, pemilik pangkalan minyak tanah pengoplos solar. Selain itu, penyidik Polda Sultra juga telah memeriksa empat saksi yang terdiri dari 2 orang warga, 1 polisi, dan 1 dari perwakilan BPH Migas.

Direktur Kriminal Khusus Polda Sultra Komisaris Besar Yan Sultra mengaku, pihaknya telah memeriksa Alimuddin. Dari pemeriksaan tersebut, Alimuddin mengaku, aksinya dalam mengoplos solar telah berlangsung sejak Agustus 2012. Untuk memperoleh bahan bakar itu, katanya, Alimuddin membeli solar dari pemilik mobil yang sering mengantre di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Kendari.

"Jadi, setelah mobil itu mengantre di SPBU, pemiliknya menjual solar subsidi tersebut ke Alimuddin dengan harga Rp 5.500 per liter. Setelah membeli, tersangka kemudian mencampur solar tersebut dengan minyak tanah beserta oli. Selanjutnya, solar oplosan tersebut dijual ke kapal nelayan dengan harga yang lebih tinggi," ungkap Yan Sultra, saat ditemui di kantornya, Kamis (20/12).

Saat ini, lanjut Yan, pihaknya akan terus mengembangan kasus tersebut. Terkait adanya keterlibatan oknum aparat di dalam pangkalan tersebut, pihaknya akan terus menyelidikinya.

"Kita akan kembangkan kasus ini. Yang jelas, siapa pun yang terlibat dalam kasus ini, maka itu akan diproses," paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengimbau kepada "pemain" yang sering menyalahgunakan solar subsidi agar menghentikan aktivitasnya. Pasalnya, kegiatan tersebut sangat merugikan masyarakat yang lebih membutuhkan solar subsidi.

"Kasihan masyarakat kita. Mereka itu lebih membutuhkan. Makanya, saya minta kepada para pengusaha untuk tidak menyalahgunakan solar subsidi tersebut. Para pengusaha lebih baik menggunakan solar nonsubsidi," ujarnya.

Yan menambahkan, pihaknya telah mengamankan barang bukti solar oplosan hasil penggerebekan tim Satuan Tugas (Satgas) di kompleks Pelabuhan Batu Kendari. Barang bukti tersebut terdiri dari 36 drum berisi solar murni dan solar oplosan, 72 jeriken, dan 3 unit mobil masing-masing Phanter, APV, dan truk Mitsubishi. Tak hanya itu, 20 botol oli Evalube yang belum terpakai dan enam botol oli yang telah terpakai turut diamankan.

Sebelumnya, anggota tim Satgas menggerebek tempat penyimpanan bahan bakar minyak jenis solar oplosan, Rabu (19/12/2012), di dalam pangkalan minyak tanah milik Alimuddin, Kompleks Pelabuhan Batu, Jalan Konggoasa, Kelurahan Sodohoa, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari. Dalam penggerebekan tersebut, anggota tim Satgas yang terdiri dari personel Mabes Polri, BPH Migas, Pertamina, dan TNI menemukan 68 drum berisi minyak tanah, solar murni, dan solar oplosan. Dari 68 drum itu, 36 drum lainnya berisi solar murni dan oplosan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.