Kompas.com - 20/12/2012, 18:31 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

KENDARI, KOMPAS.com - Oknum anggota polisi dituding terlibat dalam penimbunan dan pengoplosan solar bersubsidi di Kendari. Hal itu berdasarkan keterangan dua pemilik pangkalan minyak tanah saat penggerebakan tim Satgas Pengawasan Penyediaan dan Pendistribusian BBM Bersubsidi, Rabu kemarin di pangkalan minyak tanah komplek Pelabuhan Batu, Jalan Konggoasa Kelurahan Sodohoa, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Basri salah seorang kerabat Alimuddin, pemilik pangkalan minyak tanah yang digerebek, berharap penegak hukum harus berlaku adil terhadap semua pangkalan. Sebab menurutnya, semua pangkalan yang ada di komplek Pelabuhan Batu melakukan kegiatan penimbunan dan pengoblosan solar juga.

"Jangan hanya Alimuddin yang ditangkap sementara semua pangkalan menampung solar pakai jeriken dan drum, jadi harus semuanya ditangkap. Di sini ada 10 pangkalan minyak tanah ada beberapa di antaranya ilegal, bahkan ada aparat polisi yang lindungi mereka," terangnya, saat ditemui Kompas, Kamis (20/12/2012).

Penanganan kasus pengoplosan solar bersubsidi yang ditemukan tim satgas dari Mabes Polri dan BPH Migas ditangani Polda Sultra. Barang bukti berupa puluhan drum solar hasil oplosan dibawa ke rumah penitipan barang sitaan di depan kantor Polda Sultra, hingga menunggu proses penyidikan selanjutnya.

Anggota tim satgas Pengawasan Penyediaan dan Pendistribusian BBM Bersubsidi, Abdul Muhaemin mengaku memilih Kendari sebab berdasarkan hasil amatan dan fakta di lapangan antrean solar di setiap SPBU di Kendari terjadi sangat massif. Namun sebagiannya tidak dikonsumsi untuk kepentingan sendiri, melainkan dijual kembali.

"intinya kami ke sini karena adanya kegalauan masyarakat sasaran subsidi BBM jenis di wilayah Sulawesi Tenggara, jatahnya kurang terus meski sudah ada penambahan. Kami mendapat laporan antrean solar di setiap SPBU dari mitra kerja di Kendari," kata Muhaemin kemarin.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah pangkalan minyak tanah milik Alimuddin yang diduga mengoplos solar digerebek. Pangkalan minyak tanah itu terletak di komplek pelabuhan batu, Jalan Konggoasa, Kelurahan Sodohoa, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Dari dalam gudang pangkalan minyak tanah, tim menemukan 68 drum berisi minyak tanah dan solar dan solar hasil oplosan.

Tak hanya itu, tim satgas yang berasal dari Mabes Polri dan BPH Migas juga mendapatkan 33 jeriken berisi minyak tanah, oli dan tiga kendaraan roda empat yang digunakan untuk mengisi BBM tersebut. Solar hasil oplosan itu dijual ke kapal nelayan dan perusahaan yang membutuhkan dengan harga non subsidi.

Usai penggerebekan oleh tim satgas, puluhan personil polisi, POM TNI, dan anggota TNI AL serta warga mendatangi pangkalan minyak tanah milik Alimuddin di komplek Pelabuhan Batu. Pangkalan minyak tanah titipan untuk menyuplai minyak tanah ke beberapa pulau di Sultra dipasangi garis polisi. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.