Kompas.com - 16/12/2012, 20:44 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com- Plankton C. polykrikoides yang memerahkan sebagian perairan Teluk Lampung, disebut fenomena "Red Tide", ternyata mengandung toksin atau racun. Hal itu diungkapkan Muawanah, Penyelia Laboratorium Kualitas Air Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut (BPPL) Lampung dalam siaran persnya, Minggu (16/12/2012).

"C. polykrikoides mengandung toksin paralitik (PSP), neurotoksik (NSP), hemolitik, dan hemagglutinating. Toksin-toksin tersebut  efektif terakumulasi secara terus menerus dalam daging biota filter feeder (kekerangan) yang ada di lokasi blooming.

Daging kerang yang mengandung toksin itu apabila dikonsumsi akan menyebabkan kepala pusing, nyeri persendian, kram pada bibir dan lidah, kejang, dan tingkat keracunan yang lebih serius," paparnya.

Namun, menurutnya, daging ikan-ikan yang mati akibat blooming spesies plankton atau alga merah itu masih aman dikonsumsi.  "Tetapi, sebaiknya bagian kepala ikan tidak tidak ikut dimakan karena dikhawatirkan ada akumulasi plankton tersebut pada insang," tuturnya.

Sepekan terakhir, sebagian wilayah perairan di Teluk Lampung, antara lain di Ringgung, berubah warna menjadi coklat kemerahan akibat meledaknya populasi plankton ini. Ikan-ikan, khususnya budidaya, di wilayah ini mati lemas.

Bila terkena kulit, menurut Muawanah, plankton dalam jumlah besar ini juga dapat menimbulkan gatal-gatal. Maka, untuk sementara waktu, warga diimbau tidak berenang di kawasan perairan yang mengalamu red tide itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.