Kompas.com - 14/12/2012, 17:29 WIB
|
EditorTjahja Gunawan Diredja

 

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Lima Anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi Lampung kompak mengadu ke Kepolisian Daerah Lampung karena mereka merasa lembaga mereka dilemahkan.

"Kami datang ke sini (Markas Polda Lampung) untuk melaporkan kejadian kemarin (penyegelan Kantor KPU Lampung). Meskipun penyegelan itu simbolis, itu adalah kantor kami. Lembaga negara yang dilindungi Undang-Undang," tutur Ketua KPU Provinsi Lampung Nanang Trenggono ketika ditemui usai mengadu ke Polda Lampung, Jumat (14/12/2012).

Dalam kunjungan ke Markas Polda Lampung ini, seluruh komisioner KPU Lampung hadir. Bahkan, mereka turut mengajak perwakilan KPU seluruh kabupaten dan kota se-Lampung.

Menurut Nanang, pengaduan ke polisi itu bukan hanya terkait soal penyegelan Kantor KPU Lampung oleh sekelompok pengunjuk rasa, Kamis kemarin. Melainkan, juga terkait adanya upaya pelemahan KPU Lampung secara kelembagaan.

"Peristiwa (demo) itu bukan kali itu saja. Upaya pelemahan ini sudah dilakukan secara sistemik, struktural dan masif. Banyak hal yang menunjukkan ini. Misalnya, komisioner KPU dituduh bermasalah, padahal tidak. Kami dicerca, lalu hasil sidang pleno (penetapan tahapan pilgub) diancam didemo," papar Nanang.

Padahal, ungkap dia, KPU adalah lembaga negara yang dilindungi Undang-Undang dan tidak bisa diintervensi oleh pihak manapun. "Sekarang kami tengah bekerja melakukan verifikasi parpol. Gangguan-gangguan itu semua mengganggu kerja kami. Kami telah melapor ke Kapolda Lampung agar KPU tidak dilemahkan," tuturnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.