8 Desa di Cilacap Ditenggelamkan untuk Bendungan

Kompas.com - 14/12/2012, 16:14 WIB
EditorKistyarini

CILACAP, KOMPAS.com - Sebanyak delapan desa di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, bakal ditenggelamkan untuk dijadikan bendungan, kata Kepala Bidang Sumber Daya Air pada Dinas Bina Marga Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Cilacap, Syeful Hidayat.

"Berdasarkan informasi yang saya terima, proyek ini sudah tercantum dalam ’masterplan’ Percepatan dan Perluasan Pembangunan Infrastruktur Indonesia 2011-2025," kata Syeful Hidayat di Cilacap, Jumat (14/12/2012).

Rencananya, pengerjaan proyek yang akan memanfaatkan aliran Sungai Cijolang, itu dilaksanakan pada 2013-2018," katanya.

Dijelaskannya, pembangunan bendungan tersebut merupakan proyek pemerintah pusat dan akan didanai APBN secara "multiyears".

Berdasarkan hasil prastudi kelayakan, kata dia, delapan desa di Kecamatan Dayeuhluhur, Cilacap, bakal ditenggelamkan sebagai daerah genangan air bendungan, yakni Desa Dayeuhluhur, Matenggeng, Ciwalen, Bolang, Datar, Cijeruk, dan Bingkeng.

"Ada desa yang ditenggelamkan seluruhnya, ada juga yang hanya sebagian," kata dia menjelaskan.

Lebih lanjut dia mengatakan, pembangunan bendungan ini sebenarnya sudah lama direncanakan termasuk dengan mendatangkan konsultan dari Amerika Serikat guna melaksanakan survei, yakni pada 1969 dan 1989, namun pelaksanaan pembangunan fisiknya belum ada kepastian.

"Hingga akhirnya pada akhir tahun lalu, dilaksanakan prastudi kelayakan pembangunan bendungan dan diketahui jika debit air Sungai Cijolang dapat dibendung," katanya.

Menurut dia, dalam hasil prastudi kelayakan volume air bendungan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber irigasi bagi areal persawahan di wilayah barat Kabupaten Cilacap. Bahkan di saluran pembuangan, kata dia, dapat ditempatkan turbin pembangkit listrik berkapasitas 24,50 megawatt.

Ia mengatakan, bendungan yang bakal memiliki luas genangan air 1.970,59 hektare dengan kedalaman 200 meter ini tidak hanya menenggelamkan delapan desa di Kecamatan Dayeuhluhur, tetapi juga sejumlah desa di Kabupaten Kuningan dan Kota Banjar, Jawa Barat. Dengan demikian, lanjutnya, kapasitas air bendungan dapat mencapai 500 juta meter kubik.

"Tujuan utama utama pembangunan bendungan ini sebagai upaya mengendalikan banjir yang sering melanda wilayah Cilacap bagian barat, termasuk sebagai sumber air bagi masyarakat setempat saat musim kemarau," katanya.

Kendati demikian, Syaeful mengaku belum mengetahui secara pasti kapan bendungan tersebut akan dibangun karena berdasarkan rencana kerja diketahui bahwa sosialisasi dilaksanakan pada 2013, pembebasan tanah pada 2014, dan pembangunan fisik pada 2015.

"Kita masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat. Kalau proyek ini jadi dilaksanakan sesuai rencana, kita juga masih harus melakukan penandatangan naskah kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat," katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota DPRD Dibacok gara-gara Knalpot Bising Adiknya, Ini Kronologinya

Anggota DPRD Dibacok gara-gara Knalpot Bising Adiknya, Ini Kronologinya

Regional
Geger, Bayi Baru Lahir di Palembang Ditemukan di Tempat Sampah

Geger, Bayi Baru Lahir di Palembang Ditemukan di Tempat Sampah

Regional
Jalan Tol Trans Lampung Ditemukan Banyak Lubang dan Bergelombang

Jalan Tol Trans Lampung Ditemukan Banyak Lubang dan Bergelombang

Regional
Eks TKI Alami Gangguan Jiwa, Hidup dengan 4 Anaknya yang Kurang Gizi, Popok Sampai Berulat

Eks TKI Alami Gangguan Jiwa, Hidup dengan 4 Anaknya yang Kurang Gizi, Popok Sampai Berulat

Regional
Perahu Wisata Terbalik di Bendungan Cikoncang, Banten, 3 Orang Tewas

Perahu Wisata Terbalik di Bendungan Cikoncang, Banten, 3 Orang Tewas

Regional
Oknum Polisi yang Todongkan Pistol ke Pengunjung Saat Ribut di Warung Tuak Diperiksa Propam

Oknum Polisi yang Todongkan Pistol ke Pengunjung Saat Ribut di Warung Tuak Diperiksa Propam

Regional
Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Kapolda: Kita Harap Hakim Beri Hukuman Layak ke Pengkhianat Bangsa Ini

Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Kapolda: Kita Harap Hakim Beri Hukuman Layak ke Pengkhianat Bangsa Ini

Regional
'Fun Bike' Diwarnai Joget, Ada Peserta Tak Bermasker, Polisi: Acara Tak Berizin, Kami Minta Bubarkan Diri

"Fun Bike" Diwarnai Joget, Ada Peserta Tak Bermasker, Polisi: Acara Tak Berizin, Kami Minta Bubarkan Diri

Regional
Adu Jotos di Warung Tuak, Polisi Todongkan Pistol ke Pengunjung, Ini Kronologinya

Adu Jotos di Warung Tuak, Polisi Todongkan Pistol ke Pengunjung, Ini Kronologinya

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Oktober 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Oktober 2020

Regional
Kronologi 2 Satpam Divonis Bersalah atas Kasus Pembunuhan, Gegara Membela Diri Saat Diserang dengan Sajam

Kronologi 2 Satpam Divonis Bersalah atas Kasus Pembunuhan, Gegara Membela Diri Saat Diserang dengan Sajam

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Oktober 2020

Regional
Terlibat Perjudian, Oknum Kades di Grobogan Terancam 10 Tahun Penjara

Terlibat Perjudian, Oknum Kades di Grobogan Terancam 10 Tahun Penjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X