Wilayah Sepanjang Kali Brantas Rawan Banjir

Kompas.com - 13/12/2012, 02:56 WIB
Editor

Surabaya, Kompas - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur memetakan 10 daerah yang rawan banjir, terutama sepanjang Kali Brantas. Daerah rawan banjir, antara lain, Bojonegoro, Lamongan, Tuban, Mojokerto, Kediri, hingga Surabaya yang dilalui Sungai Brantas.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur Sudharmawan di Surabaya, Rabu (12/12), mengatakan, instansinya berkoordinasi dengan Balai Besar Bengawan Solo untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat mengenai peringatan dini jika banjir melanda. Upaya lain, terkait antisipasi daerah itu adalah memasang beberapa pompa, terutama di Bojonegoro dan Lamongan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Erna Purnawati mengatakan, untuk mempercepat surutnya genangan air, Pemerintah Kota Surabaya telah memasang gorong-gorong di lebih dari 20 lokasi.

Khusus proyek pematusan, yakni pipa untuk menyalurkan air ke laut, di Jalan Panjang Jiwo dan Jalan Prapen, menurut Erna, CV Cipta Nusantara sebagai pelaksana proyek diminta segera menyelesaikan pekerjaan yang sudah melebihi batas waktu. Proyek senilai Rp 3 miliar itu, lanjut Erna, dikerjakan oleh CV Cipta Nusantara yang mengikuti lelang dan memulai pekerjaan pada 28 Juni lalu dan diminta paling lambat 21 Desember sudah tuntas.

Sesuai dengan kontrak, dua pekerjaan itu harus selesai pada 10 Desember 2012. Namun, kontraktor tak sanggup menyelesaikan tepat waktu, dengan alasan sulit mencari tukang las. ”Tahun 2011, 9 rekanan Pemkot Surabaya dilarang ikut lelang proyek dan 130 rekanan dikenai sanksi denda karena berbagai alasan, terutama terkait mundurnya jadwal penyelesaian proyek dan kualitas pekerjaan buruk.

Penghuni rumah tidak layak huni di Kabupaten Tasikmalaya harus lebih meningkatkan kewaspadaan saat musim hujan. Pemerintah daerah diharapkan merehabilitasi rumah tidak layak huni untuk menekan risiko bahaya di kemudian hari.

”Potensi bencana semakin besar, banyak rumah tak layak huni justru berada di daerah selatan Tasikmalaya, yang berpotensi banjir, tanah longsor, hingga gempa bumi sangat tinggi di Kabupaten Tasikmalaya,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tasikmalaya Kundang Sudrajat.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mencatat, rumah tidak layak huni di Kabupaten Tasikmalaya mencapai 7.000 rumah yang dihuni 30 persen dari total penduduk 1,7 juta jiwa. Rumah tak layak huni biasanya memiliki fondasi rapuh dan konstruksi bangunan yang lemah. (ETA/CHE)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.