Kompas.com - 12/12/2012, 21:29 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Kepolisian Resor Sleman kesulitan mengusut tewasnya seorang pelajar Harju Pambudi (17) warga Bedilan Margokaton Seyegan, Sleman, karena terbatasnya saksi.

Pelajar jurusan bangunan itu tewas karena mengalami luka parah di dada sebelah kanan akibat lemparan mercon. Kejadian bermula ketika korban mengendarai sepeda motor Honda Beat melintas dari arah barat di Jalan Kebon Agung, Dusun Margomulyo, Seyegan, pada Selasa (11/12/2012), sepulang sekolah.

Disebutkan, Harju berpapasan dengan pengendara lain yang berlawanan arah sambil melempar sebuah benda yang diduga mercon, dan tepat mengenai dada sebelah kanannya.

Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Heru Muslimin mengatakan, polisi saat ini baru menemukan serbuk residu (peledak) yang ada di bagian luka tubuh korban.  “Kita belum tahu pasti ledakan itu berasal dari bom atau petasan. Kami sudah kirimkan serbuk itu ke laboratorium forensik (labfor) di Semarang untuk mengetahui itu bom atau petasan,” katanya, Rabu (12/12/2012).

Heru menjelaskan, setelah satu minggu pihaknya baru mendapatkan hasil dari laboratorium. Sampai saat ini jajaran Reskrim Polres Sleman masih meminta keterangan dari enam orang saksi yang saat itu berada di lokasi kejadian.

"Penyelidikan baru mengarah kalau korban ada permasalahan dengan orang lain. Dipastikan, kejadian itu bukan merupakan tawuran antar pelajar karena saat kejadian di sekitar lokasi situasinya sepi dan sebelum-sebelumnya juga tidak ada kejadian tawuran di daerah tersebut. Kami akan terus mengusut kasus ini meski saat ini minim saksi," tegasnya

Beberapa saksi yang telah diperiksa adalah Agus Triyanto (12), dan Meta Andriyani (18), yang keduanya merupakan warga Margomulyo, Sayegan. Kedua kakak beradik tersebut merupakan saksi mata saat kejadian karena jarak keduanya dengan korban sekitar 3 meter.

Satu saksi lainnya adalah Agus Triyanto yang juga merupakan korban dari pelemparan tersebut dengan luka ringan di bagian punggung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.