Ikut Berserikat, Dua Pegawai Bulog Dipecat - Kompas.com

Ikut Berserikat, Dua Pegawai Bulog Dipecat

Kompas.com - 11/12/2012, 19:52 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Gara-gara ikut berserikat, dua pegawai Perusahaan Umum (Perum) Bulog Divre Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), Afdal dan Abdillah dipecat. Ironinya lagi, pemecatan keduanya secara tiba-tiba dan tanpa diberikan pesangon.

Atas pemecatan itu, Afdal dan Abdillah pun meminta perlindungan hukum ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar. Selain itu juga, Perum Bulog Divre Sulselbar dilaporkan ke kepolisian. Afdal dan Abdillah, Selasa (11/12/2012), mengaku dipecat oleh Perum Bolog tertanggal 20 Oktober 2012 lalu tanpa ada peringatan. Padahal dirinya sudah delapan tahun bekerja di Perum Bulog Devre Sulselbar.

"Aneh, saya hanya ikut berserikat yang kemudian langsung dipecat. Surat pemecatan yang saya dapatkan semuanya berlogo Perum Bulog tanpa alasan yang pasti, sedangkan saya berdua sudah mengabdi selama delapan tahun. Hal ini sudah melanggar undang-undang, makanya saya sudah meminta bantuan hukum di LBH Makassar dan melaporkan Perum Bulog ke Polda sulselbar," kata Afdal.

Sementara itu Kepala Bulog Divre Sulselbar, Tommy S Kado membantah jika pihaknya melarang pegawai berserikat. Sebab, pelarangan berserikat melanggar undang-undang. Keduanya dipecat, karena bukan berstatus pegawai Perum Bulog. Melainkan pegawai biasa UB Jastasma yang di bawah naungan Perum Bulog.

"Keduanya bukan pegawai Bulog, melainkan pegawai UB Jastasma yang di sub-kan oleh Perum Bulog. Kalau pemecatan keduanya, bukan kewenangan saya. Sebab sudah beda managemen lagi. Yang jelas, kami juga tidak pernah melarang pegawai berserikat," kata Tommy via telepon selularnya.


EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Terkini Lainnya

Akademi Antikorupsi, Kuliah Singkat Lawan Korupsi dengan Metode 'E-Learning'

Akademi Antikorupsi, Kuliah Singkat Lawan Korupsi dengan Metode "E-Learning"

Nasional
Perpanjangan Waktu Ganjil-Genap Sudirman-Thamrin Mulai Diuji Coba Senin

Perpanjangan Waktu Ganjil-Genap Sudirman-Thamrin Mulai Diuji Coba Senin

Megapolitan
Mobil Tabrak Pipa Saluran Gas Bikin Rumah Berusia 60 Tahun Meledak

Mobil Tabrak Pipa Saluran Gas Bikin Rumah Berusia 60 Tahun Meledak

Internasional
Cak Imin Merasa Dipuji Jokowi soal Baliho Wajahnya Lebih Banyak Dibanding Promosi Asian Games

Cak Imin Merasa Dipuji Jokowi soal Baliho Wajahnya Lebih Banyak Dibanding Promosi Asian Games

Nasional
Pedagang di Jalan Jatibaru Akan Dipindah ke Lahan Milik Sarana Jaya

Pedagang di Jalan Jatibaru Akan Dipindah ke Lahan Milik Sarana Jaya

Megapolitan
Mantan Narapidana Korupsi Dianggap Tak Berhak Tempati Kursi Parlemen

Mantan Narapidana Korupsi Dianggap Tak Berhak Tempati Kursi Parlemen

Nasional
Berkat YouTube, Pria yang Hilang 40 Tahun Bertemu dengan Keluarganya

Berkat YouTube, Pria yang Hilang 40 Tahun Bertemu dengan Keluarganya

Internasional
Terlilit Utang, Pegawai BRI Kuras Dana Nasabah hingga Rp 562 Juta

Terlilit Utang, Pegawai BRI Kuras Dana Nasabah hingga Rp 562 Juta

Regional
Trump Siap Bekerja Ekstra Keras Demi Warga Jepang yang Diculik Korut

Trump Siap Bekerja Ekstra Keras Demi Warga Jepang yang Diculik Korut

Internasional
Satu Warga di Pulau Buru Terjangkit Penyakit Aneh, Diduga karena Merkuri

Satu Warga di Pulau Buru Terjangkit Penyakit Aneh, Diduga karena Merkuri

Regional
Jaksa Keberatan Fredrich Sebut Penyidik KPK Desersi Polri

Jaksa Keberatan Fredrich Sebut Penyidik KPK Desersi Polri

Nasional
Curi Kucing untuk Dijadikan Sup Tradisional, 2 Pria Ditangkap

Curi Kucing untuk Dijadikan Sup Tradisional, 2 Pria Ditangkap

Internasional
Begini Panduan Cara Berunding dengan Korut

Begini Panduan Cara Berunding dengan Korut

Internasional
Sandiaga: Jakarta Darurat Narkoba Banget, Ada 1 Juta Pengguna

Sandiaga: Jakarta Darurat Narkoba Banget, Ada 1 Juta Pengguna

Megapolitan
Terkait Kasus BLBI, KPK Tak Permasalahkan 'Policy' Megawati

Terkait Kasus BLBI, KPK Tak Permasalahkan "Policy" Megawati

Nasional

Close Ads X