Cakupan ASI Eksklusif Masih Rendah - Kompas.com

Cakupan ASI Eksklusif Masih Rendah

Kompas.com - 11/12/2012, 16:09 WIB

BENGKULU, KOMPAS.com- Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Hindarini, Selasa (11/12/2012), mengatakan, cakupan pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama kelahiran di Provinsi Bengkulu masih rendah. Kurangnya kesadaran ibu terhadap manfaat ASI ditengarai menjadi penyebab.

Berdasarkan data riset kesehatan dasar, angka cakupan pemberian ASI ekslusif di Provinsi Bengkulu baru mencapai 47 persen. "Kami ingin cakupan ASI bisa mencapai 100 persen tapi banyak kendala. Masih banyak ibu yang lalai memberikan ASI dan justru menggantinya dengan susu formula atau susu kental manis," kata Hindarini.

Sebagian masyarakat masih menganggap memberikan susu formula kepada bayi jauh lebih baik dibandingkan memberikan ASI. Padahal, dalam jangka panjang pemberian susu formula berdampak buruk pada kesehatan anak.

Di Kota Bengkuli, kata Kepala Seksi Kepala Seksi Gizi Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Desri Suryani, cakupan ASI eksklusif di ibukota provinsi itu masih rendah. Tahun 2011 cakupan ASI baru 43,3 persen sedangkan periode Januari-September 2012 angka cakupan ASI eksklusif naik jadi 51 persen dari 8.013 bayi.

Akan tetapi, kenaikan angka cakupan itu pun masih di bawah sasaran yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar 70 persen di tahun 2012 ini.

Warga Lingkar Barat, Kota Bengkulu, Betty Herlina, yang baru saja melahirkan, menuturkan, sebenarnya ia ingin anaknya yang baru lahir diberi ASI eksklusif. Akan tetapi, karena ketika lahir beratnya 2.400 gram akhirnya dokter menyarankan selain disusui bayinya diberi susu formula juga.

"Kalau nanti sudah masuk kerja saya merasa perlu ada pojok ASI di tmepat kerja agar tetap bisa memerah ASI untuk si kecil," katanya.


EditorMarcus Suprihadi
Komentar

Terkini Lainnya

Sandiaga Beberkan Alasan Tak Tunjuk PNS Jadi Komisaris Utama di PT Delta Djakarta

Sandiaga Beberkan Alasan Tak Tunjuk PNS Jadi Komisaris Utama di PT Delta Djakarta

Megapolitan
Banyak TKA Ilegal, Komisi IX DPR Minta Pemerintah Bentuk Tim Pengawas di Daerah

Banyak TKA Ilegal, Komisi IX DPR Minta Pemerintah Bentuk Tim Pengawas di Daerah

Nasional
Digelar Sebulan, Art Jog 2018 Gelar 83 Penampilan dan Hadirkan Seniman Mulyana

Digelar Sebulan, Art Jog 2018 Gelar 83 Penampilan dan Hadirkan Seniman Mulyana

Regional
Dirjen Imigrasi Sebut Perpres TKA Hanya Sederhanakan Birokrasi

Dirjen Imigrasi Sebut Perpres TKA Hanya Sederhanakan Birokrasi

Nasional
AS Berharap Pertemuan Dua Korea Hasilkan Perdamaian

AS Berharap Pertemuan Dua Korea Hasilkan Perdamaian

Internasional
Peluang JK Kembali Jadi Cawapres Hanya Melalui Amandemen UUD 1945

Peluang JK Kembali Jadi Cawapres Hanya Melalui Amandemen UUD 1945

Nasional
Panitia Larang Atribut Politik dalam Acara 'Untukmu Indonesia' di Monas

Panitia Larang Atribut Politik dalam Acara "Untukmu Indonesia" di Monas

Megapolitan
Diduga Korban Tanah Longsor, Dua Kerangka Manusia Ditemukan di Ponorogo

Diduga Korban Tanah Longsor, Dua Kerangka Manusia Ditemukan di Ponorogo

Regional
Senyum Kim dan Moon Saat Bergandengan Tangan Lewati Garis Perbatasan

Senyum Kim dan Moon Saat Bergandengan Tangan Lewati Garis Perbatasan

Internasional
12 Jembatan Penyeberangan di Sudirman-Thamrin Bakal Dibuat Kekinian

12 Jembatan Penyeberangan di Sudirman-Thamrin Bakal Dibuat Kekinian

Megapolitan
Gerindra dan PKS Dirikan Sekretariat Bersama Pemenangan Prabowo

Gerindra dan PKS Dirikan Sekretariat Bersama Pemenangan Prabowo

Nasional
Dilarang Disparbud, Panitia 'Untukmu Indonesia' Tetap Akan Bagikan Sembako di Monas

Dilarang Disparbud, Panitia "Untukmu Indonesia" Tetap Akan Bagikan Sembako di Monas

Megapolitan
Pemerintah dan DPR Belum Sepakat soal Definisi Terorisme, Pembahasan RUU Diperpanjang

Pemerintah dan DPR Belum Sepakat soal Definisi Terorisme, Pembahasan RUU Diperpanjang

Nasional
Sopir Kopaja Mabuk Berujung Kecelakaan dengan Honda HR-V di Rasuna Said

Sopir Kopaja Mabuk Berujung Kecelakaan dengan Honda HR-V di Rasuna Said

Megapolitan
Sepi Pembeli, Pedagang Blok G Ini Tutup Lapak Baju Koko Jelang Ramadhan

Sepi Pembeli, Pedagang Blok G Ini Tutup Lapak Baju Koko Jelang Ramadhan

Megapolitan

Close Ads X