Kompas.com - 09/12/2012, 19:07 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Senangnya menjadi desainer muda sekarang ini! Jalan untuk merintis karier dan kesuksesan seolah terbentang di depan mata. Terbukti dengan semakin banyaknya lembaga komersial yang membuka kesempatan bagi mereka untuk memamerkan dan menjual hasil karyanya pada masyarakat.

Seperti Metro Department Store, yang memberikan kesempatan bagi para alumni Lembaga Pengajaran Tata Busana milik Susan Budihardjo untuk memasarkan koleksi busananya di gerai Metro Pondok Indah Mall dan Metro Plaza Senayan mulai 23 November - 25 Desember 2012. Melalui kerjasama ini, Metro ingin membuktikan dukungannya pada para desainer muda sebagai pelaku bisnis lokal.

"Program ini ditujukan untuk mendukung talenta-talenta baru. Ini bukan yang pertama kali diadakan, namun memang yang pertama dilakukan dengan LPTB Susan Budihardjo. Kami ingin menjadikan mereka businessman baru, dan pastinya akan berkelanjutan. Karena tanpa dukungan komunitas, desainer baru tidak bisa apa-apa," tutur Anskarina Christin, Asisten General Manager Marketing Metro Department Store, saat konferensi pers di Plaza Senayan, Sabtu (8/12/2012) lalu.

Ada 11 desainer muda terpilih yang berhak memamerkan produk dari label busananya di Metro selama sebulan ini, yaitu:
1. Anaz Khairunnas ("Anaz")
2. Andreas Kurniawan ("Andreas Wen")
3. Christian Wohangara ("Christian Wohangara")
4. Fetty Rusli/Jessica Dora ("Fedore")
5. Alexander Tambi ("Pattern Line")
6. Dedy Pramono Widjaja ("Pramono Widjaja" dan "Erady")
7. Marsel Hober ("I.N.C.A & Mho")
8. Pei ("Pei")
9. Ratih Atindriya ("Raya")
10. Silvani Victoria ("WMN")
11. Tinna Widianti ("White Room")

Masing-masing desainer bebas mengajukan koleksi busana dengan segmen pasar masing-masing. Dari 11 desainer ini, hanya satu yang menawarkan koleksi busana anak-anak, yaitu Fetty Rusli dan Jessica Dora, melalui brand Fedora. Sedangkan yang lain merupakan koleksi busana wanita dengan berbagai target usia.

Dedy Pramono Widjaja, misalnya, mencoba menawarkan konsep padu-padan untuk setiap koleksinya. Pemenang kedua desainer sepatu terbaik dari Yongky Komaladi ini mengangkat rancangan yang modern dan feminin, yang terdiri atas koleksi celana, rok, blus, blazer, dan gaun.

Motif print yang sedang ngetren ditawarkan oleh perancang seperti Andreas Kurniawan, melalui koleksinya yang berkesan muda, segar, dan fun. Sedangkan Alexander Tambi memilih bahan lace dan gaya layering, namun menghasilkan gaya yang tetap simpel dan mudah dikenakan kapan saja.

Lulusan LPTB 2008, Christian Wohangara, berusaha memahami bahwa kaum urban butuh pakaian yang simpel dan nyaman dikenakan untuk aktivitas sepanjang hari. Untuk itu ia banyak menawarkan atasan berwarna putih dalam beragam desain, yang bisa dipadukan dengan rok, celana panjang, celana 3/4, bahkan dengan dress bergaya asimetris.

Sebagaimana para perempuan yang selalu berperilaku multitasking, para desainer perempuan yang mengikuti program ini juga berusaha menampilkan rancangan yang serbaguna. Koleksi Pei dirancang serba praktis sehingga dapat dikenakan dalam aktivitas seharian. Begitu pula koleksi WMN dari Silvani Victoria, yang terinspirasi dari gaya Edwardian dan Victorian, namun diwujudkan dalam simple dress yang dapat dipakai dalam segala acara.

Setiap desainer harus menyiapkan 50 outfit sebagai salah satu persyaratan untuk bisa memasarkan produk mereka di Metro. Limapuluh outfit tersebut harus terdiri atas atasan, bawahan, dan baju terusan. Untuk urusan bahan, ukuran, dan harga, mereka harus berkonsultasi dengan tim dari Metro, agar tidak melenceng dari harga pasar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.