Kompas.com - 04/12/2012, 17:04 WIB
|
EditorFarid Assifa

DENPASAR, KOMPAS.com - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar mengamankan 30 ribu lebih obat tradisional dan obat keras ilegal dalam Operasi Gabungan Nasional yang digelar 2-4 Desember. Tak hanya tanpa izin edar, beberapa jenis obat tersebut dicampur bahan kimia berbahaya tanpa pengawasan ahli.

"Obat-obat ini tanpa izin edar, artinya tidak ada jaminan dari pemerintah bahwa obat itu aman, bermutu, dan berkhasiat," ujar Kepala BBPOM Denpasar Dra Corry Panjaitan saat konferensi pers di Denpasar, Selasa (04/12/2012. "Obat stamina, penghilang rasa sakit, vitamin sering ditambah bahan kimia," imbuhnya.

Obat yang mengandung bahan kimia melebihi takaran yang seharusnya, akan menjadi racun di tubuh manusia. Jika dikonsumsi secara terus menerus akan merusak organ tubuh seperti lambung dan ginjal. Jumlah obat tradisional yang saat ini disita BBPOM adalah 33.096 kemasan, terdiri dari 20 item, sementara untuk obat keras 5.200 tablet terdiri dari 11 item.

Dalam operasi serentak seluruh Indonesia selama 3 hari tersebut BBPOM menyasar 6 toko. Empat toko di kawasan Denpasar, sementara 2 toko lainnya berada di Gianyar dan Tabanan.

Dari hasil operasi ini BBPOM juga mengamankan 3 orang pemilik toko dan akan diproses secara hukum. "Sanksinya Undang-Undang No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan Nasional dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar," jelas Corry.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.