Kompas.com - 03/12/2012, 14:23 WIB
|
EditorFarid Assifa

KOLAKA, KOMPAS.com - Puluhan sopir angkutan umum dengan rute Kolaka-Mangolo menggelar aksi mogok di pertigaan HKSN Kolaka, Sulawesi Tenggara, Senin (3/12/2012). Aksi mogok ini terkait dengan diturunkannya tarif angkutan kota dengan rute Kolaka-Mangolo. Penurunan tarif tersebut dinilai sangat merugikan para sopir angkot, terutama mereka yang berstatus sopir harian.

"Dulu untuk umum Rp 4.000 turun menjadi Rp 3.000, kalau anak sekolah dulunya Rp 2.000 turun menjadi Rp 1.500. Tapi biasanya anak sekolah kan tidak punya recehan Rp 500 jadi mereka bayar hanya Rp 1.000. Belum lagi penumpang umum yang terbiasa bayar Rp 2.000, kita jelas merasa dirugikan lah. Apalgi sebagian teman-teman itu kan statusnya sopir kontrak yang berdasarkan bagi hasil dengan yang punya mobil," ungkap Guntur, salah satu sopir angkot, Senin (03/12/2012).

Dia juga menambahkan, jumlah sopit angkot yang menggelar aksi mogok ini akan terus bertambah. "Yang ada saat ini kan belum semua mobil. Kita mogok di sini sambil tunggu mereka yang lewat, dan kita tahan untuk ikut mogok juga. Aksi mogok ini akan terus kita lakukan sampai dengan ada kejelasan dari Dinas Perhubungan," tambahnya.

Akibat dari kejadian ini, ratusan warga yang hendak pulang seusai berbelanja di pasar sentral Kolaka, telantar akibat tidak adanya angkot dengan rute Kolaka-Mangolo. Hamka, misalnya, dia mengaku sudah lebih dari satu jam menunggu angkot, tapi tidak ada.

"Tidak tahu, pak, kenapa tiba-tiba tidak ada angkot yang beroperasi. Ini kami kan setelah berbelanja di pasar mau pulang tapi tidak ada angkot. Kami bingung, tadi di sini sangat ramai, terpaksa sebagian memakai jasa ojek untuk pulang ke rumah masing-masing," tegasnya.

Keluhan yang sama juga disampaikan salah satu anak sekolah yang sehari-harinya menggunakan angkot rute Kolaka-Mangolo, Hartati. Dia kaget karena tidak ada angkot yang beroperasi.

"Saya kan tinggal di daerah Mangolo, tiap hari naik angkot untuk pulang. Tapi hari ini katanya para sopir mogok, terpaksa saya tunggu jemputan dari orang tua saja," keluhnya.

Terkait dengan masalah mogoknya para sopir ini, kepala Dinas Perhubungan Kolaka belum bisa dimintai tanggapan karena sedang tidak berada di tempat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.