Kompas.com - 03/12/2012, 12:51 WIB
EditorFarid Assifa

GARUT, KOMPAS.com — Bupati Garut Aceng HM Fikri akhir-akhir ini menjadi pembicaraan publik dan isu utama di beberapa media massa terkait kabar perceraiannya dengan Fani Oktora, wanita berusia 18 tahun yang dinikahi Aceng secara siri pada Juli 2012.

Pernikahan Aceng dengan Fani hanya berumur empat hari. Kembali munculnya berita pernikahan dan perceraian Aceng dengan Fani membuat terkejut keluarga dan orangtua orang nomor satu di Garut tersebut.

Ayah Aceng, KH Holil Munawan, mengaku sangat terkejut mendengar kabar tentang Aceng yang disebutkan telah melecehkan Fani.

"Saya sangat tidak percaya putra saya telah melakukan itu. Ini kemungkinan ada yang memanfaatkan. Semenjak Aceng dilahirkan, kami didik dengan bekal agama yang sangat kuat, hingga menikah dengan istri pertamanya, kami tidak pernah mendengar atau melihat langsung bahwa Aceng pernah melakukan pelecehan, merendahkan, ataupun menghina wanita," ujar Holil di Garut, Minggu (2/12/2012).

Holil mengaku menyaksikan pernikahan siri putranya dengan Fani meski bukan sebagai saksi. "Menurut keterangan anak saya dan keluarga Fani, mereka tidak keberatan melangsungkan pernikahan siri. Fani pun setuju. Kalau terkait nominal uang, saya tidak bisa berkomentar," tutur Holil.

Hj Aat Atmilalli, ibunda Aceng, menuturkan, sejak awal ia tidak menyetujui pernikahan putranya dengan Fani. "Pernikahan itu tidak berkenan di hati saya," ucap Aat.

Istri pertama Aceng, Nurohimah, mengaku kecewa oleh isu tentang suaminya yang beredar di beberapa media massa. Nurohimah mengaku sangat kecewa ketika Aceng disebutkan melakukan pelecehan terhadap perempuan, termasuk kepada dirinya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nurohimah menyatakan, perkembangan isu pernikahan siri dan perceraian suaminya dengan Fani sudah berbelok menjadi pembodohan dan pembohongan publik.

Sejak isu pernikahan kilat suaminya mencuat, Nurohimah dan anak-anaknya sangat tertekan. Mereka bahkan harus menyamar jika ingin ke luar rumah. Nurohimah juga merasa ada orang-orang misterius yang setiap hari mengawasi rumahnya.

"Saya kecewa ada pihak tertentu yang memanfaatkan situasi ini. Padahal, ini kan masalah pribadi atau keluarga. Kenapa harus menjadi konsumsi publik. Saya sudah banyak melihat gambar-gambar dan tulisan yang tidak etis untuk dibaca, apalagi sekarang era digital, yang apa pun serbamudah untuk diakses oleh siapa pun," papar Nurohimah sambil mengatakan masyarakat diharapkan menanggapi masalah ini dengan arif, bijaksana, dan berimbang.

Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.