Masyarakat Semarang Makin Terbuka terhadap ODHA

Kompas.com - 01/12/2012, 19:53 WIB
|
EditorTri Wahono

SEMARANG, KOMPAS.com - Penyakit HIV/AIDS kini sudah makin banyak dikenal di masyarakat. Sosialisasi pun terus dilakukan berbagai pihak agar masyarakat lebih terbuka dan lebih tahu dengan penyakit ini.

Selain itu, masyarakat juga lebih terbuka dan menerima orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Penderita penyakit ini tidak perlu dijauhi jika masyarakat tahu cara penularannya.

Direktur LSM Kalandara Jawa Tengah Yacobus Kristono, yang merupakan LSM penggiat HIV/AIDS mengatakan masyarakat saat ini sudah semakin terbuka dan penerimaan terhadap ODHA jauh lebih baik dibanding beberapa tahun lalu.

Jumlah LSM, penggiat, serta masyarakat dan pemerintah semakin kompak dalam melakukan penanganan HIV/AIDS terutama di Kota Semarang.

"Semua sudah terbuka dengan ODHA, inilah yang kami harapkan agar pemberdayaan ODHA juga bisa dilakukan dengan baik karena mereka juga memiliki hak hidup sama seperti kita," katanya Sabtu (1/12/2012).

Salah satu keterbukaan masyarakat tersebut dilihat dengan dibentuknya warga peduli AIDS (WPA) yang direncanakan akan dikembangkan di setiap kelurahan. Di Semarang sendiri saat ini, WPA sudah ada di wilayah Kecamatan Semarang Selatan. Hal ini ungkapnya juga akan dikembangkan di seluruh wilayah di Jawa Tengah utamanya untuk menekan laju penyakit HIV/AIDS.

"Mulai hilangnya stigma negatif pada ODHA ini sangat bagus, karena ke depan kami berharap orang melihat HIV/AIDS seperti halnya penyakit lainnya semisal DBD, jadi lebih tahu bagaimana mencegahnya tanpa harus menjauhi orangnya," jelasnya.

ODHA sendiri tuturnya juga mulai terbuka dengan statusnya. Diawali dari keterbukaan di komunitas-komunitas ODHA. Hal ini bermanfaat untuk memberikan pelayanan pengobatan yang baik sehingga penanganan penyakit ini bisa lebih maksimal.

Selain itu ungkapnya, banyak juga ODHA yang mulai membuka status di masyarakat. Sebagian mereka kini sering memberikan penyuluhan terkait penyakit ini ke berbagai daerah.

Selain untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat, keterbukaan ODHA diharapkan diikuti penderita lain agar mereka juga segera mendapat akses pengobatan.

"Sehingga ODHA juga hanya berfikir, mereka sajalah yang terkena penyakit ini, tanpa menularkannya pada orang lain. Kesadaran ini juga sangat kami harapkan untuk menekan laju perkembangan HIV/AIDS," tambahnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah diketahui Kota Semarang merupakan tertinggi kasus HIV/AIDS dengan 110 kasus sepanjang Januari-September 2012.

Sedangkan beberapa wilayah lain di Jawa Tengah yang tergolong tinggi yakni Kabupaten Tegal dengan 63 kasus, Kabupaten Jepara dengan 59 kasus, Kabupaten Kebumen dengan 56 kasus, dan Kabupaten Sragen dengan 55 kasus.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ikuti Nikah Massal, Kakek dan Nenek Ini Senang Akhirnya Pernikahannya Tercatat

Ikuti Nikah Massal, Kakek dan Nenek Ini Senang Akhirnya Pernikahannya Tercatat

Regional
Stok Sudah Siap, Ekspor Beras ke Arab Saudi Tunggu Administrasi

Stok Sudah Siap, Ekspor Beras ke Arab Saudi Tunggu Administrasi

Regional
Perkosa Remaja Keterbelakangan Mental hingga Hamil, Kakak Beradik di Sumbawa Ditangkap

Perkosa Remaja Keterbelakangan Mental hingga Hamil, Kakak Beradik di Sumbawa Ditangkap

Regional
Anggota TNI Gadungan Diciduk Saat Curi Sepeda Motor Warga

Anggota TNI Gadungan Diciduk Saat Curi Sepeda Motor Warga

Regional
Sering Lihat Luka Lebam dan Sundutan Rokok, Guru Telah Menduga SW Jadi Korban Penganiayaan

Sering Lihat Luka Lebam dan Sundutan Rokok, Guru Telah Menduga SW Jadi Korban Penganiayaan

Regional
Empat Tersangka Pemerkosaan Siswi SMA di Maluku Diserahkan ke Jaksa

Empat Tersangka Pemerkosaan Siswi SMA di Maluku Diserahkan ke Jaksa

Regional
Bentrok TNI-Polri di Tapanuli Utara, Kapolda Sumut: Hanya Kesalapahaman

Bentrok TNI-Polri di Tapanuli Utara, Kapolda Sumut: Hanya Kesalapahaman

Regional
Pembuang Sajen ke Bengawan Solo Divonis Hukuman Percobaan

Pembuang Sajen ke Bengawan Solo Divonis Hukuman Percobaan

Regional
Perahu Rombongan Pengantar Jenazah di Papua Terbalik, 5 Orang Tewas

Perahu Rombongan Pengantar Jenazah di Papua Terbalik, 5 Orang Tewas

Regional
'Kakiku Pernah Dijepit Kasur, Punggung Digigit Ayah, Ibu Dilempar Kipas'

"Kakiku Pernah Dijepit Kasur, Punggung Digigit Ayah, Ibu Dilempar Kipas"

Regional
Diduga Dukung Calon Petahana, Camat dan Kades Dilaporkan ke Bawaslu Jember

Diduga Dukung Calon Petahana, Camat dan Kades Dilaporkan ke Bawaslu Jember

Regional
Tahanan Wanita yang Kabur Akan Menghadapi Sidang Putusan di PN Bandung

Tahanan Wanita yang Kabur Akan Menghadapi Sidang Putusan di PN Bandung

Regional
Jatinangor Sumedang Diterjang Banjir 1 Meter Lebih, Warga Panik

Jatinangor Sumedang Diterjang Banjir 1 Meter Lebih, Warga Panik

Regional
Edarkan 32 Paket Sabu, Pegawai Kafe di Cianjur Ditangkap

Edarkan 32 Paket Sabu, Pegawai Kafe di Cianjur Ditangkap

Regional
TNI-Polisi Bentrok di Tapanuli Utara, Pangdam Bukit Barisan Minta Maaf

TNI-Polisi Bentrok di Tapanuli Utara, Pangdam Bukit Barisan Minta Maaf

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X