Kompas.com - 30/11/2012, 22:11 WIB
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com - SR, gadis belia berumur 14 tahun itu mengaku dipaksa minum obat perangsang oleh pelaku perkosaan, RP (17). SR dipaksa menenggak dua pil warna kuning dan putih 3 X sehari yang diyakini obat perangsang.

Berdasarkan pengakuannya, SR diancam RP tidak akan dikembalikan ke orang tuanya jika tidak meminum pil tersebut. Dengan ancaman tersebut, akhirnya, SR menuruti segala permintaan RP. "Saya dipaksa, katanya sih biar seger, tak tahunya abis minum obat yang warnanya kuning dan putih itu ingatan saya jadi tidak sadar. Saya tidak tahu apa yang RP lakukan sama saya, saya tidak ingat sama sekali," beber SR saat ditemui wartawan di kediamannya, Kelurahan Cisantren Kulon, Kecamatan Arcamanik, Bandung, Jawa Barat, Jumat, (30/11/2012).

"Cepat minum, cepat minum obatnya biar seger," jelas SR menirukan kata-kata RP.

Selain itu, telepon genggam milik SR dirampas oleh RP. Hal itu dilakukan RP agar orang tua SR tidak dapat berkomunikasi langsung dengan SR. Bahkan, ketika kedua orang tua SR menghubungi lewat pesan singkatnya, RP malah mempermainkan orang tua SR dengan jawaban-jawaban yang tidak sopan.

"Saya dianggap apa? Siniin handphone-nya! Kalau tidak, saya tidak akan anterin kamu pulang," kata SR menirukan RP.

"Ketika mama saya SMS, dia malah jawab. 'SR lagi sama saya, dia masih betah tinggal di rumah saya, SR tidak mau pulang'," katanya lagi menirukan balasan SMS RP ke orang tua SR.

Setelah diberitakan sebelumnya, selama tiga hari dua malam, SR, menghilang dari rumahnya. Mulai hari Minggu (25/11/2012) pukul 12.00 WIB hingga Selasa (27/11/2012) pukul 23.00 WIB, SR dibawa kabur ke rumah salah satu pelaku, yakni WH (32) tepatnya di Kampung Parakan Saat II, Kelurahan Cisantren Endah, Kecamatan Arcamanik, Bandung. SR disekap selama tiga hari dua malam, kemudian SR diperkosa setelah sebelumnya dikasih obat perangsang oleh RP.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan keterangan Kapolsek Arcamanik Kompol Adi Purnama, SR berkenalan dengan kedua pelaku lewat jejaring sosial, Facebook, sekitar satu bulan yang lalu. "Awal mula perkenalannya lewat Facebook, kemudian korban dan pelaku janjian di suatu tempat setalah sebelumnya tukaran nomor handphone," jelas Adi kepada wartawan di Mapolsek Arcamanik, Jalan Arcamanik, Bandung, Jawa Barat, Jumat, (30/11/2012).

Saat ini polisi telah berhasil membekuk kedua pelaku penyekapan dan pemerkosaan terhadap gadis di bawah umur. Keduanya, RP (17) dan WH (32) diamankan di Mapolsek Arcamanik, Bandung. Kedua pelaku akan dilimpahkan ke Polrestabes Bandung dan Polda Jawa Barat untuk menjalani proses lebih lanjut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.