Kompas.com - 30/11/2012, 19:54 WIB
EditorDini

KOMPAS.com — Selain cantik diolah menjadi pakaian, kain tenun juga bisa diolah menjadi atribut penghias interior, seperti kain pelapis sofa, sarung bantal sofa, penyekat ruangan, taplak meja, dan lain-lain. Untuk menginspirasi Anda mengolah tenun sebagai kain penghias ruangan yang kreatif ini, Cita Tenun Indonesia meluncurkan buku berjudul Woven Indonesian Textiles for The Home.

"Buku ini merupakan salah satu bentuk dan usaha CTI (Cita Tenun Indonesia) untuk menyosialisasikan kegunaan kain tenun yang lain, sekaligus memberi pemahaman pada masyarakat bahwa selembar kain bisa menghasilkan ide dan karya baru untuk hiasan dan kelengkapan interior. Hal ini nantinya akan membuka peluang usaha baru bagi industri kreatif yang menguntungkan perajin," ungkap Okke Hatta Rajasa, Ketua CTI, saat peluncuran buku di Senayan City, Jakarta Selatan, Jumat (30/11/2012).

Buku ini banyak menampilkan desain interior ruangan dengan aplikasi kain tenun sebagai material produk interiornya. Bianca Adinegoro, selaku project director, mengungkapkan bahwa buku kedua CTI ini merupakan kelanjutan dari buku pertama (Tenun: Handwoven Textile of Indonesia) yang mendokumentasikan ragam teknik, makna, dan penggunaan tenun dari Aceh sampai Papua.

"Di buku kedua ini, bahasa yang digunakan lebih ringan, untuk menjaring pembaca yang lebih luas lagi," ungkap Bianca.

Untuk pembuatan buku ini, CTI bekerja sama dengan 14 desainer interior, yaitu:
* Agam Riadi (tema "Multiple Sources") menggunakan aplikasi tenun Bali dan Palembang untuk berbagai hiasan di beranda rumah atau ruang baca.
* Andi Lim ("Beautiful Boudoir") memperindah kamar tidur dengan tenun Palembang.
* Anita Boentarman ("Dynamic Dream") menggunakan kain tenun Bali, Garut, dan Majalaya untuk memperindah kamar tidur.
* Ari Juwono ("Bathing Beauty") mempercantik kamar mandi dengan kain tenun Sumba.
* Eko Priharseno ("Multiple Edges") yang memadukan kain tenun Sulawesi Tenggara, Bali, dan Garut untuk hiasan di ruang keluarga.
* Fifi Fimandjaja ("Living Proof") yang menggunakan tenun Bali, Baduy, dan Garut untuk memperindah ruang keluarga.
* Joke Roose ("Counter Culture") memberi inspirasi untuk memperindah ruang makan dengan tenun Sumba, Garut, Palembang, dan Bali.

Selain itu, desainer interior yang juga berpartisipasi memberikan rancangannya, antara lain, Prasetio Budhi, Reza Wahjudi, Roland Adam, Sammy Hendramianto, Shirley Gouw, Su Yin Pramono, dan Yuni Jie.

Buku yang dijual seharga Rp 261.000 ini ditulis dalam bahasa Inggris dan akan dijual di beberapa negara. Publikasi internasional ini bertujuan untuk mendokumentasikan kekayaan tenun tradisional Indonesia, dan memperkaya khasanah penggunaan tenun pada produk interior sekaligus memperkuat proteksi tenun Indonesia.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.