Warga Syiah Sampang Terancam Kelaparan

Kompas.com - 24/11/2012, 18:15 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

SAMPANG, KOMPAS.com - Warga Syiah dari Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben dan Desa Bluuran, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, yang tinggal di penampungan gedung olahraga Sampang, terancam kelaparan.

Sebab, kini seluruh bantuan baik dari Pemerintah Kabupaten Sampang maupun Pemerinta Provinsi Jawa Timur sudah dihentikan. Sejak dua hari terakhir, ratusan pengikut Tajul Muluk itu terpaksa harus urunan agar bisa makan dan minum.

Kondisi itu ditegaskan Jumali, salah satu pengungsi Syiah, Sabtu (24/11/2012). Dari hasil urunan itu, makanan kemudian dimasak dan dimakan bersama secara terpisah antara laki-laki dan perempuan.

"Kalau bulan kemarin kita masih diberi bantuan bahan makanan mentah oleh pemerintah, kini kami benar-benar harus berusaha sendiri agar bisa makan," kata Jumali.

Ditegaskan Jumali, jika kondisi yang sama terus terjadi, sementara warga tersebut tidak memiliki penghasilan, maka kelaparan bisa mengancam para pengungsi. Bagi pengungsi yang tidak punya uang untuk membayar urunan, maka diambilkan dari dana donatur.

"Dari donatur yang terkumpul sejak pertama kali warga Syiah mengungsi, sebagian kita sisihkan untuk membeli makan warga yang tidak punya uang," ungkap Nadya, relawan yang turut mendampingi para pengungsi.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sampang, Imam Sanusi saat dikonfirmasi membenarkan jika bantuan dana dari Pemprov Jatim dan Pemkab sudah sudah habis dipakai sampai bulan kemarin. "Kalau sudah habis anggarannya kita tidak bisa berbuat apa-apa," kata Imam.

Sampai akhir bulan November ini, bantuan yang sudah digelontorkan pemerintah untuk penanganan warga Syiah dan aparat keamanan yang berjaga di lokasi konflik di Sampang, mencapai lebih dari Rp 1 milyar. "Jumlahnya pengungsi 300 orang lebih dan ditambah petugas 1.100 orang. Mereka diberi makan tiga kali sehari sehingga anggaran yang ada sudah habis," tandas Imam.

Kasus kerusuhan Syiah dan anti Syiah di Sampang meledak pada 25 Agustus 2012 lalu untuk ketiga kalinya. Satu korban tewas dari warga Syiah. Demi mengantisipasi kerusuhan susulan, Polres Sampang dan Pemkab Sampang, mengungsikan warga Syiah ke gedung olaharaga hingga saat ini.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Eks Sandera Abu Sayyaf, Sering Dimarahi dan Dipukul dengan Senjata

Cerita Eks Sandera Abu Sayyaf, Sering Dimarahi dan Dipukul dengan Senjata

Regional
Begini Cara Pemprov Riau Cegah Masuknya Virus Corona

Begini Cara Pemprov Riau Cegah Masuknya Virus Corona

Regional
Saat Jokowi Tertawa Mendengar Sertifikat Tanah Ingin Digadai untuk Jual Es Degan

Saat Jokowi Tertawa Mendengar Sertifikat Tanah Ingin Digadai untuk Jual Es Degan

Regional
Pemkot Semarang Targetkan Seluruh Bidang Tanah Bersertifikat pada 2021

Pemkot Semarang Targetkan Seluruh Bidang Tanah Bersertifikat pada 2021

Regional
Balita Warga China di Ruang Isolasi RSUD NTB Bukan Suspect Virus Corona

Balita Warga China di Ruang Isolasi RSUD NTB Bukan Suspect Virus Corona

Regional
Hoaks, Pasien Terkena Virus Corona Dirawat di RSUD Moewardi Solo, Dokter: Kami Pantau Kena Bronkitis Akut

Hoaks, Pasien Terkena Virus Corona Dirawat di RSUD Moewardi Solo, Dokter: Kami Pantau Kena Bronkitis Akut

Regional
Sultan HB X Tak Bisa Larang Turis asal China Berwisata ke DIY

Sultan HB X Tak Bisa Larang Turis asal China Berwisata ke DIY

Regional
Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Pernah Dilaporkan Hilang

Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Pernah Dilaporkan Hilang

Regional
Diduga Terinfeksi Virus Corona, WN China di Cilacap Diobservasi

Diduga Terinfeksi Virus Corona, WN China di Cilacap Diobservasi

Regional
Terkait Virus Corona, 235 WN China Dipulangkan dari Batam

Terkait Virus Corona, 235 WN China Dipulangkan dari Batam

Regional
RSBP Batam Siagakan 7 Ruangan Isolasi untuk Pasien Virus Corona

RSBP Batam Siagakan 7 Ruangan Isolasi untuk Pasien Virus Corona

Regional
RSUD Dr Moewardi Solo Siapkan 2 Ruangan Isolasi Khusus Tangani Pasien Terindikasi Virus Corona

RSUD Dr Moewardi Solo Siapkan 2 Ruangan Isolasi Khusus Tangani Pasien Terindikasi Virus Corona

Regional
Gubernur Edy Rahmayadi Sebut Ada Warga Sumut Masih Berada di Wuhan China

Gubernur Edy Rahmayadi Sebut Ada Warga Sumut Masih Berada di Wuhan China

Regional
Antisipasi Virus Corona, RSMH Palembang Siagakan 2 Ruang Isolasi

Antisipasi Virus Corona, RSMH Palembang Siagakan 2 Ruang Isolasi

Regional
Cerita Ratu Keraton Agung Sejagat di Lapas, Dibully Sesama Penghuni hingga Ingin Ajarkan Make Up

Cerita Ratu Keraton Agung Sejagat di Lapas, Dibully Sesama Penghuni hingga Ingin Ajarkan Make Up

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X