Kompas.com - 23/11/2012, 14:02 WIB
|
EditorNasru Alam Aziz

BEKASI, KOMPAS.com — Amblesnya rel KA antara Stasiun Cilebut dan Stasiun Bojonggede di Kampung Babakan Sirna, Cilebut Timur, Sukaraja, Kabupaten Bogor, tidak mengganggu perjalanan KA dan KRL dari, ke, atau lewat Stasiun Bekasi, Jumat (23/11/2012).

Menurut Kepala Stasiun Bekasi Raden Bagus Sucahyo, kurun pukul 05.00-13.00 WIB, sekitar 12.000 penumpang KRL berangkat dari Stasiun Bekasi. Jumlah penumpang harian 15.000-18.000 orang.

Jalur Jakarta-Bogor dari utara ke selatan berbeda dengan jalur Jakarta-Bekasi dari barat ke timur. Meski demikian, PT Kereta Api Indonesia (Persero) harus mengecek kondisi jalur Jakarta-Bekasi dan kawasan bebas di kiri dan kanan yang disebut daerah manfaat, daerah milik, dan daerah pengawasan rel KA.

Jika jalur Jakarta-Bekasi ambles, dampaknya akan lebih dahsyat. Jalur ini tidak cuma dilintasi KRL relasi Jakarta-Bekasi dan KRD relasi Jakarta-Purwakarta, tetapi juga dilintasi KA jarak jauh tujuan kabupaten/kota utama di Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Jalur ini yang tersibuk di antara jalur yang ada. Karena itu jalur ini akan ditambah dari jalur ganda (dua lintasan) menjadi jalur dwi ganda (empat lintasan), yang menurut rencana dari Jakarta hingga Cikampek.

KRL relasi Jakarta-Bekasi dan KRD relasi Jakarta-Purwakarta menjadi andalan bagi 21.000-22.000 penumpang setiap hari. KA jarak jauh kelas ekonomi, bisnis, dan eksekutif dinaiki lebih dari 50.000 orang per hari. Itu belum termasuk lalu lalang KA logistik pengangkut barang dan BBM.

Diharapkan, jalur Jakarta-Bekasi tidak akan ambles. Jika ambles seperti di Bogor, penumpang KRL dan KA jarak jauh akan menderita. Rasanya, penumpang KA dari Jakarta tidak akan mau naik KA dari Bekasi apabila peristiwa di Bogor terjadi di jalur Jakarta-Bekasi.

Jangankan rel ambles, saat terjadi gangguan perjalanan KRL akibat kerusakan wesel pengatur otomatis di Stasiun Manggarai, penumpang KRL tujuan Bekasi memilih pindah atau beralih ke angkutan bus, angkutan kota, ojek sepeda motor, atau taksi. Jika rel Jakarta-Bekasi ambles seperti di Bogor, angkutan KRL dan KA kemungkinan besar akan ditinggalkan penumpang yang kemudian memilih bus atau pesawat. Pengangkutan barang dengan kereta api yang saat ini terus tumbuh secara signifikan juga akan terhambat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.