Dituding Biang Kekerasan, Kader PP Ditembak - Kompas.com

Dituding Biang Kekerasan, Kader PP Ditembak

Kompas.com - 20/11/2012, 13:39 WIB

LUWU TIMUR, KOMPAS.com — Gara-gara terlibat perkelahian antarpemuda, Marsuki, kader Pemuda Pancasila Luwu Timur, Sulawesi Selatan, ditembak anggota Kepolisian Sektor Mangkutana, Kamis (15/11/2012). Kini, Marsuki masih dirawat di ICU Rumah Sakit Umum Laga Ligo Wotu.

Penembakan terhadap kader PP oleh anggota polisi disayangkan Sekretaris Umum PP Luwu Timur Muh Syaiful Djunus. Syaiful mendesak kasus penembakan tersebut diusut.

"Kami meminta agar kasus ini diusut tuntas serta memberikan sanksi berat terhadap pelaku penembakan. Kami juga menyayangkan adanya penembakan karena korban Marsuki belum berstatus tersangka atau tahanan kok ditembak," ungkap Syaiful, Minggu (18/11/2012).

Syaiful menambahkan, korban ditembak karena diduga melakukan perkelahian antarpemuda di Kecamatan Tomoni. Dia pun mengungkapkan kronologi penembakan terhadap Marsuki pada malam Kamis (15/11/2012). Saat itu Marsuki dijemput beberapa anggota Polsek Mangkutana karena diduga telah melakukan perkelahian.

Setibanya di Polsek Mangkutana, Marsuki berontak dan hendak pulang ke rumah karena tidak terima dirinya ditangkap. Namun, saat korban berbalik badan hendak meninggalkan polsek, tiba-tiba seorang anggota polisi bernama Aiptu Sumantri menembak korban, dan pelurunya mengenai bagian belakang, tembus ke dada korban.

Sementara itu, Kapolres Luwu Timur Ajun Komisaris Besar Polisi Andi Firman menegasakan, pelaku ditembak karena selama ini telah menjadi residivis berbagai kasus kekerasan.

"Kami tidak melihat dia sebagai kader Pemuda Pancasila, tetapi dia adalah masyarakat biasa yang selama ini masuk dalam target (DPO) dengan kasus kekerasan dan juga otak keributan antarpemuda," ungkap Andi Firman saat dikonfirmasi melalu telepon, Selasa (20/11/2012).

Saat ini, korban penembakan oleh anggota Polsek Mangkutana sedang menjalani perawatan di ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah I Laga Ligo Wotu.


EditorFarid Assifa
Komentar

Terkini Lainnya

Tradisi Kenduri di Gereja Katolik Wates, Perwakilan Semua Agama Hadir Ucapkan Syukur

Tradisi Kenduri di Gereja Katolik Wates, Perwakilan Semua Agama Hadir Ucapkan Syukur

Regional
Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Modus Gembos Ban di Bekasi

Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Modus Gembos Ban di Bekasi

Megapolitan
Ketua KPK Usulkan Sanksi Sosial bagi Koruptor untuk Bersihkan Sampah di Pasar

Ketua KPK Usulkan Sanksi Sosial bagi Koruptor untuk Bersihkan Sampah di Pasar

Regional
Disdik DKI Akan Ikuti Kebijakan Anies soal Libur Sekolah Saat Asian Games

Disdik DKI Akan Ikuti Kebijakan Anies soal Libur Sekolah Saat Asian Games

Megapolitan
Lagi, Seorang Jurnalis Gaza Tewas Ditembak Tentara Israel

Lagi, Seorang Jurnalis Gaza Tewas Ditembak Tentara Israel

Internasional
Operasi Patuh Jaya, Polda Metro Sasar Pengguna Ponsel Saat Berkendara

Operasi Patuh Jaya, Polda Metro Sasar Pengguna Ponsel Saat Berkendara

Megapolitan
Elektabilitas Disalip Gerindra, Golkar Sebut Kompetisi Makin Berat

Elektabilitas Disalip Gerindra, Golkar Sebut Kompetisi Makin Berat

Nasional
Potensi Kalium Berjumlah Besar untuk Pembuatan Pupuk Ditemukan di Pati

Potensi Kalium Berjumlah Besar untuk Pembuatan Pupuk Ditemukan di Pati

Regional
Soal Tuntutan Pengemudi Ojek 'Online', Menhub Tegaskan Tak Akan Terbitkan Aturan Baru

Soal Tuntutan Pengemudi Ojek "Online", Menhub Tegaskan Tak Akan Terbitkan Aturan Baru

Nasional
Penipuan Rp 50 Juta Bermodus Pura-pura Jadi Kwik Kian Gie...

Penipuan Rp 50 Juta Bermodus Pura-pura Jadi Kwik Kian Gie...

Megapolitan
Kim Jong Un Urus Kepulangan Jasad Korban Kecelakaan Bus asal China

Kim Jong Un Urus Kepulangan Jasad Korban Kecelakaan Bus asal China

Internasional
Pecahkan Rekor Muri, 5.000 Penari Gambyong Akan Goyang Kota Solo

Pecahkan Rekor Muri, 5.000 Penari Gambyong Akan Goyang Kota Solo

Regional
Penyekapan dan Perampokan yang Menimpa Penumpang GrabCar...

Penyekapan dan Perampokan yang Menimpa Penumpang GrabCar...

Megapolitan
Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Petir Berpotensi Terjadi, Masyarakat Diminta Waspada

Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Petir Berpotensi Terjadi, Masyarakat Diminta Waspada

Regional
Akbar Tanjung Sebut Cak Imin Cocok Jadi Cawapres Jokowi

Akbar Tanjung Sebut Cak Imin Cocok Jadi Cawapres Jokowi

Nasional

Close Ads X