Kompas.com - 19/11/2012, 11:52 WIB
|
EditorTri Wahono

PHNOM PENH, KOMPAS.com - Rangkaian pertemuan tingkat tinggi di Phnom Penh, Kamboja, pada KTT ASEAN hari kedua, Senin (19/11/2012) ini, akan makin semarak dengan kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

Ia dijadwalkan langsung bertemu 10 pemimpin ASEAN, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, petang ini.

Topik pembicaraan bisa melebar ke soal-soal hak asasi manusia, antara lain berkaitan dengan nasib warga Rohingya di Myanmar, dan upaya penghentian konflik Palestina-Israel.

Hari Minggu kemarin, para pemimpin ASEAN menandatangani Deklarasi HAM ASEAN, yang dijelaskan Sekjen ASEAN Surin Pitsuwan memiliki standar tinggi karena juga mengadopsi instrumen HAM universal.

Staf Khusus Presiden SBY Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah bahkan menyatakan Deklarasi HAM ASEAN ini telah mengakomodasi sejumlah kritik yang sempat dilontarkan dalam pembahasan-pembahasan sebelumnya.

Beberapa hal yang diatur dalam deklarasi itu, yang justru belum ada dalam kerangka HAM internasional, adalah mendorong kerja sama untuk menghindari pencemaran atau penistaan terhadap agama, memberikan hak kebebasan beragama, dan mencegah praktik perdagangan manusia.

Presiden Obama tidak tertutup kemungkinan mengangkat isu HAM ini. Termasuk ke dalam isu HAM adalah nasib etnik Rohingya di Myanmar. Ia akan menjadi salah satu hot topic mengingat tekanan makin gencar agar pemerintah Myanmar mengambil tindakan penting untuk menghentikan apa yang sekarang disebut-sebut sebagai sebuah upaya genosida itu.

Presiden SBY juga akan mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Myanmar Thein Sein pukul 17.40 dan kemungkinan besar akan mengangkat masalah ini.

Hal lain yang mencuat meski tidak terkait langsung adalah konflik Israel-Palestina. Sehari sebelumnya, Menlu RI Marty Natalegawa sudah mengungkapkan sikap bersama ASEAN yang meminta pihak Israel dan Palestina menghentikan saling serang.

Dalam pertemuan Obama plus ASEAN petang ini, para pemimpin ASEAN diperkirakan akan meminta Obama turut menekan Israel untuk menghentikan serangan-serangan ke Gaza, yang telah menimbulkan banyak korban tewas.

Khusus mengenai upaya mengatasi konflik di Laut China Selatan, para pemimpin ASEAN juga akan bertemu dengan PM China Wen Jiabao petang ini. ASEAN akan mengajukan proposal Tata Berperilaku di Laut China Selatan, yang intinya adalah segala persoalan diselesaikan melalui dialog, bukan dengan cara militer.

Sebelum tercapainya kesepakatan Tata Berperilaku atau Code of Conduct itu, ASEAN bahkan akan mengajukan pembukaan hotline antarmenlu, untuk menjamin berlangsungnya dialog itu.

Filipina ,Vietnam, Brunei, Malaysia merupakan negara garis depan ASEAN yang terlibat dalam konflik tumpang tindih klaim itu,. Klaim ini sering menciptakan peluang terjadinya ketegangan militer antarpihak, yang akan mengganggu stabilitas keamanan. Selain itu, juga tidak menguntungkan dalam upaya peningkatan kerja sama pembangunan, perdagangan dan investasi antara ASEAN dan China, khususnya.

Dalam pertemuan bilateral antara Presiden SBY dengan Wen Jiabao, Minggu, di Phnom Penh, kata Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah, Wen menegaskan komitmen bersama untuk turut mensukseskan KTT ASEAN.

"Sulit dijelaskan," kata Teuku apakah itu merupakan sinyalemen positif bahwa China akan turut serta dalam pelaksanaan Code of Conduct di LCS itu.

Indonesia, tentu saja, mengharapkan kepemimpinan baru China di bawah Xi Jinping bisa memacu aspek-aspek positif yang telah terbangun selama ini, termasuk mengembangkan kawasan damai di Laut China Selatan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.