Kompas.com - 14/11/2012, 17:19 WIB
|
EditorFarid Assifa

SURABAYA, KOMPAS.com - Kementerian Agama menyatakan sudah mengantongi nama seorang pemesan buku nikah palsu berinisial JBZ. Dia adalah warga Indonesia yang sudah lama tinggal di Saudi Arabia, dan saat ini posisinya dipastikan sudah diamankan di kantor KBRI Saudi Arabia di Jeddah.

JBZ yang diketahui warga Pamekasan, Madura itu, kata Humas Kanwil Kemenag Jatim, Fatchul Arif, kini sedang diupayakan untuk diekstradisi ke Indonesia beserta barang buktinya untuk menjalani pemeriksaan di Polda Jatim.

"Kami upayakan JBZ untuk diekstradisi agar kasus ini segera terungkap, kami serius menyelesaikan kasus buku nikah palsu ini," katanya, Rabu (14/11/2012).

Selain mendatangkan JBZ, kata Fatchul, pihaknya juga berupaya mendatangkan Kepala Tim Keamanan Misi Haji Indonesia Daerah Kerja Madinah yang memimpin penangkapan JBZ, Letkol Payumi Abdul Azis, serta 500 barang bukti buku nikah palsu yang saat ini tengah diamankan oleh Pemerintah Arab Saudi.

"Keterangan Pak Azis beserta barang bukti juga sangat diperlukan untuk melengkapi pemeriksaan polisi," jelasnya.

Sebanyak 500 pasang buku nikah palsu itu terdeteksi dibawa oleh Abdul Kholik dan M Rijak, jamaah haji asal Pamekasan yang berangkat melalui kloter 20 dari embarkasi Surabaya akhir September lalu. Keduanya kini sudah ditetapkan tersangka oleh Polda Jatim bersama seorang yang diduga sebagai penitip buku nikah palsu bernama khotib.

Polisi saat ini juga masih menunggu kedatangan dua saksi jamaah haji asal Pamekasan lagi, yakni pasangan suami istri, Bukhari Muhammad Ali Rizal dan Sunai. Keduanya akan kembali ke Tanah Air sekitar tanggal 19 November nanti dengan kloter 48. Keduanya tertangkap membawa 499 pasang buku nikah palsu saat pemeriksaan di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya saat akan berangkat dengan Kloter 20.

Pengiriman buku nikah palsu diduga sudah berlangsung lama. Pemesan diduga menjual buku nikah itu kepada pasangan nikah siri warga Indonesia agar terhindar dari hukuman rajam oleh Pemerintah Arab Saudi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.