Kompas.com - 13/11/2012, 05:39 WIB
EditorInggried Dwi Wedhaswary
SOLO, KOMPAS.com Pemegang merek mobil Esemka, PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK), akan melakukan verifikasi ulang terhadap pemesan Esemka Rajawali (jenis sport utility vehicle) dan Esemka Bima (pick up). Verifikasi dilakukan setelah Esemka kembali diluncurkan pada 10 November 2012. Humas PT Solo Manufaktur Kreasi Dwi Budi Martono mengatakan, verifikasi bertujuan untuk memastikan pemesanan yang sebelumnya hanya dilakukan secara lisan. 
 
Ia mengungkapkan, sejak pertama kali diluncurkan, jumlah pemesan Esemka mencapai 12 ribu orang. Para calon pembeli diminta untuk mengisi kembali formulir pemesanan dalam proses verifikasi.

“Sudah ada 500 pesanan lagi yang sudah mengisi formulir saat pameran Esemka di Solo Techno Park kemarin,” katanya, Senin (12/11/2012).
 
Namun, beberapa orang peminat mobil rakitan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) itu ada yang langsung menghubungi Direktur PT SMK Sulistyo Rabono dan Penanggung Jawab Produksi, Joko Sutrisno. Sudah ada sekitar 2 ribu unit mobil Esemka yang dipesan. Para pemesan sudah berkomitmen untuk menyerahkan uang tanda jadi Rp 2 juta.

“Ini adalah salah satu syarat pemesanan. Harus bayar tanda jadi Rp 2 Juta,” kata Dwi.
 
Sebagian besar pemesan adalah pelaku usaha kecil dan koperasi. Tak hanya uang tanda jadi, calon pembeli juga harus menyerahkan uang muka. Besaran uang muka tersebut adalah 30 persen dari harga mobil. Direktur PT SMK Sulistyo Rabono menambahkan, harga jual Esemka Rajawali sebesar Rp 130 juta hingga Rp 140 juta, sementara Esemka Bima dibanderol Rp 80 juta per unitnya.

Assembling line akan selesai pada kuartal pertama 2013, enam bulan kemudian mobil sudah selesai dirakit,” katanya.

 
Mobil Esemka rencananya akan diproduksi di Solo Techno Park dan sebuah pabrik yang menjadi rekanan PT SMK di Cikarang, Bekasi. Sulistyo mengatakan, untuk tahap awal,  jumlah produksi per bulan 10 hingga 20 unit mobil. Jumlah itu akan ditingkatkan pada bulan-bulan selanjutnya sehingga minimal bisa memproduksi 200 unit mobil Esemka dalam waktu sebulan.

“Produksi akan terus ditingkatkan seiring banyaknya jumlah pesanan yang masuk,” katanya.

 
Agar lebih mempermudah produksi, rencananya akan dibuat pabrik perakitan Esemka di Solo. Sulistyo mengaku telah melakukan survei di sejumlah lokasi. Ia mengincar lahan seluas 10 hektar yang ada di Boyolali. Jika tak ada halangan, pabrik itu akan mulai dibangun pada awal 2013 mendatang.

“Pabrik ini akan membantu kapasitas produksi Esemka sekaligus menyerap tenaga kerja dari Solo dan sekitarnya,” ujarnya. 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.