Kompas.com - 08/11/2012, 18:03 WIB
|
EditorFarid Assifa

SEMARANG, KOMPAS.com - Seorang yang diduga menjadi calo calon pegawai negeri sipil (PNS) dan diketahui bernama Kholid (27) dilaporkan temannya, Faisal (27), sesama alumni Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, ke Mapolrestabes Semarang, Kamis (8/11/2012).

Kholid yang berdomilisi di apartemen Mediteran Boulevard, Kemayoran, Jakarta Pusat ini dilaporkan karena diduga telah melakukan penipuan dan menjadi calo penerimaan PNS. Berdasarkan laporan pada polisi, Faisal mengaku pelaku menjanjikan bisa memasukkan dirinya menjadi PNS di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Faisal menjelaskan, kejadian bermula pada Maret 2011 lalu saat dirinya mendapat informasi adanya rekrutmen PNS dari seorang temannya bernama Majid. Dari Majid itulah Faisal mendapatkan informasi jika terlapor dikatakan bisa membantu dalam proses perekrutan CPNS di lingkungan Setneg (Sekretariat Negara) Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Mendengar info tersebut, korban yang saat ini melanjutkan kuliah S2 di Jakarta mengaku tertarik dan akhirnya bertemu dengan terlapor melalui Majid. Untuk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang PNS, Faisal diminta menyediakan uang sebanyak Rp 125 juta.

"Awalnya saya ragu, tapi terlapor terus meyakinkan akhirnya saya tergiur," ungkap warga Tembalang, Semarang ini.

Faisal kemudian mentransfer uang sebesar Rp 60 juta pada 2 Mei 2011 melalui Bank Mandiri. Uang tersebut sebagai uang muka, dan sisanya akan dibayarkan setelah ada pengumuman dan resmi diterima sebagai PNS.

Usai melakukan pembayaran awal, Faisal kemudian diminta untuk menunggu hasil pengumuman. Namun hingga berbulan-bulan, jabatan yang dijanjikan belum juga ada kabar.

"Saya sudah berusaha meminta penjelasan, tapi alasannya macam-macam," tambahnya. Bahkan nomor telepon terlapor belakangan ini susah dihubungi.

Merasa menjadi korban penipuan, Faisal akhirnya melaporkan kasus tersebut ke polisi. Kasus saat ini ditangani Polrestabes Semarang dan terlapor akan dijerat dengan Pasal 378 dan 372 KUHP atas tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.