Gelar Nyai Intan Garinda untuk Jupe Diprotes - Kompas.com

Gelar Nyai Intan Garinda untuk Jupe Diprotes

Kompas.com - 08/11/2012, 15:18 WIB

PALANGKARAYA, KOMPAS.com- Setelah lembaga adat setempat, giliran kalangan mahasiswa Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, menolak pemberian gelar untuk Julia Perez. Para mahasiswa menuntut gelar Nyai Intan Garinda untuk aktris, model iklan, dan penyanyi itu, dicabut.

Menurut Ketua Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Kabupaten Katingan (Himapakat) Yusup Roni Tamanggung di Palangkaraya, Kalteng, Kamis (8/11/2012), gelar adat Dayak seharusnya tak boleh diberikan segelintir tokoh tanpa diketahui masyarakat. Apalagi, keputusan itu tidak disahkan pemangku adat Dayak.

Pekan lalu, Julia yang akrab disapa Jupe melakukan pengambilan gambar untuk film Perawan Dayak di Desa Tumbang Manggu, Kecamatan Sanaman Mantikei, Kabupaten Katingan, Kalteng. Dalam kegiatan itu, ia menerima gelar dari damang (tokoh adat) setempat. Nyai Intan Garinda berarti putri yang paling bersinar.

Pemberian gelar juga dipersoalkan sehubungan dengan citra Jupe yang dianggap miring. Menurut Rony, terkait pemberian gelar tersebut, pemberi gelar harus dimintai klarifikasi agar tidak terjadi polemik yang melebar di kalangan masyarakat Dayak. "Selain itu, klarifikasi juga harus dicari agar pada masa mendatang tidak terjadi pemberian gelar secara sembarangan," ujarnya.

Sebelumnya, Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng juga menuntut agar gelar untuk Jupe dicabut dan film Perawan Dayak tidak diedarkan.


EditorMarcus Suprihadi
Komentar

Terkini Lainnya

Digelar Sebulan, Art Jog 2018 Gelar 83 Penampilan dan Hadirkan Seniman Mulyana

Digelar Sebulan, Art Jog 2018 Gelar 83 Penampilan dan Hadirkan Seniman Mulyana

Regional
Dirjen Imigrasi Sebut Perpres TKA Hanya Sederhanakan Birokrasi

Dirjen Imigrasi Sebut Perpres TKA Hanya Sederhanakan Birokrasi

Nasional
AS Berharap Pertemuan Dua Korea Hasilkan Perdamaian

AS Berharap Pertemuan Dua Korea Hasilkan Perdamaian

Internasional
Peluang JK Kembali Jadi Cawapres Hanya Melalui Amandemen UUD 1945

Peluang JK Kembali Jadi Cawapres Hanya Melalui Amandemen UUD 1945

Nasional
Panitia Larang Atribut Politik dalam Acara 'Untukmu Indonesia' di Monas

Panitia Larang Atribut Politik dalam Acara "Untukmu Indonesia" di Monas

Megapolitan
Diduga Korban Tanah Longsor, Dua Kerangka Manusia Ditemukan di Ponorogo

Diduga Korban Tanah Longsor, Dua Kerangka Manusia Ditemukan di Ponorogo

Regional
Senyum Kim dan Moon Saat Bergandengan Tangan Lewati Garis Perbatasan

Senyum Kim dan Moon Saat Bergandengan Tangan Lewati Garis Perbatasan

Internasional
12 Jembatan Penyeberangan di Sudirman-Thamrin Bakal Dibuat Kekinian

12 Jembatan Penyeberangan di Sudirman-Thamrin Bakal Dibuat Kekinian

Megapolitan
Gerindra dan PKS Dirikan Sekretariat Bersama Pemenangan Prabowo

Gerindra dan PKS Dirikan Sekretariat Bersama Pemenangan Prabowo

Nasional
Dilarang Disparbud, Panitia 'Untukmu Indonesia' Tetap Akan Bagikan Sembako di Monas

Dilarang Disparbud, Panitia "Untukmu Indonesia" Tetap Akan Bagikan Sembako di Monas

Megapolitan
Pemerintah dan DPR Belum Sepakat soal Definisi Terorisme, Pembahasan RUU Diperpanjang

Pemerintah dan DPR Belum Sepakat soal Definisi Terorisme, Pembahasan RUU Diperpanjang

Nasional
Sopir Kopaja Mabuk Berujung Kecelakaan dengan Honda HR-V di Rasuna Said

Sopir Kopaja Mabuk Berujung Kecelakaan dengan Honda HR-V di Rasuna Said

Megapolitan
Sepi Pembeli, Pedagang Blok G Ini Tutup Lapak Baju Koko Jelang Ramadhan

Sepi Pembeli, Pedagang Blok G Ini Tutup Lapak Baju Koko Jelang Ramadhan

Megapolitan
Enam Temuan Ombudsman soal Kebijakan TKA yang Tak Sesuai Fakta Lapangan

Enam Temuan Ombudsman soal Kebijakan TKA yang Tak Sesuai Fakta Lapangan

Nasional
Ganjaran Vonis Mati untuk 8 WN Taiwan Penyelundup 1 Ton Sabu-sabu...

Ganjaran Vonis Mati untuk 8 WN Taiwan Penyelundup 1 Ton Sabu-sabu...

Megapolitan

Close Ads X