Kompas.com - 07/11/2012, 18:07 WIB
|
EditorFarid Assifa

SURABAYA, KOMPAS.com - Selain diberhentikan pasokan bantuan makanan dan minumannya, ternyata komunitas Syiah yang mengungsi di GOR Kabupaten Sampang juga mengalami tekanan dalam bentuk lain. Yakni berupa tekanan untuk pindah keyakinan dan meninggalkan Syiah.

Hasil laporan Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Surabaya menyebutkan, 9 orang diantaranya adalah kepala keluarga yang mewakili keluarganya, telah didesak untuk membuat surat pernyataan keluar dari Syiah. Dalam surat pernyataan itu, diketahui dan disaksikan oleh sejumlah pejabat dan tokoh agama setempat seperti Polres Sampang, Kemenag Sampang, Bakesbang Pol, Sat Brimob Polda Jatim, dan camat setempat.

"Kami juga mendapatkan laporan bahwa surat pernyataan tersebut dibuat oleh warga Syiah karena mereka merasa terancam, bahwa apabila mereka tidak keluar dari keyakinan agamanya, maka rumah mereka juga akan dibakar seperti dalam peristiwa pada 26 Agustus lalu," kata Koordinator Badan Pekerja, KontraS Surabaya, Andy Irfan, Rabu (7/11/2012).

Upaya-upaya itu, kata Andy, jelas melanggar Pasal 28 E dan 28 I UUD 1945 Amandemen Kedua dan Pasal 22 UU No. 39 tahun 2009 tentang HAM. Secara khusus, bagi petugas kepolisian yang terlibat mendukung upaya mengeluarkan pengikut Syiah dari keyakinannya, maka hal tersebut melanggar ketentuan pasal 5 ayat (2) Perkap Polri No. 8/2009, tentang Implementasi Prinsip dan Standar HAM dalam Pemelanggaraan Tugas Kepolisian Negara RI.

Karena itu, pihaknya mendesak pemerintah melakukan sosialisasi efektif dan meluas kepada seluruh masyarakat di Sampang agar menghormati hak-hak kelompok minoritas Syiah, tidak tunduk kepada desakan tokoh agama yang menyerukan syiar kebencian terhadap komunitas Syiah.

"Kami juga meminta pemerintah menghentikan segala aktivitas individu atau kelompok yang mengancam dan mengintimidasi warga Syiah di Sampang, termasuk dalam hal ini aktivitas beberapa tokoh agama yang mendesak agar warga Syiah keluar dari keyakinannya," tutupnya.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X