Korban Kecelakaan Bus di Sukoharjo Masih Kritis - Kompas.com

Korban Kecelakaan Bus di Sukoharjo Masih Kritis

Kompas.com - 02/11/2012, 20:15 WIB

SUKOHARJO, KOMPAS.com - Dua korban luka akibat kecelakaan yang menewaskan 4 orang, masih kritis dan tak sadarkan diri. Kecelakaan Bus Al-Amin di Jl Sukoharjo-Wonogiri, tepatnya di KM7 Jalan Raya Nguter, Sukoharjo pada Kamis (1/11/2012) kemarin, membuat Sriyono, perangkat Desa Nguter, dan Bibit Riyanto masih dalam kondisi kritis di ruang ICU Rumah Sakit Islam Surakarta (RSIS) dan Rumah Sakit dr Oen Solo Baru.

Sriyono, yang dirawat di RSIS, Jumat (2/11), belum sadarkan diri karena luka parah pendarahan di kepala. Kepala Ruang ICU RSIS Suyamto mengatakan, pasien masih dalam kondisi kritis dan akan menjalani CT-Scan pada bagian kepala untuk mengetahui kondisi organ-organ di kepala.

"Kondisinya masih kritis, dan akan menjalani CT-Scan. Namun secara global dari tanda-tanda medis menunjukkan perkembangan baik," katanya.

Sementara itu, Bibit Riyanto yang dirawat di Rumah Sakit dr Oen Solo Baru juga dalam kondisi kritis. Kepala Bidang Pelayanan Medis RS dr Oen Solo Baru, dr Mulyadi Hartono, mengatakan kondisi pasien atas nama Bibit Riyanto, masih dalam pemulihan dan pengawasan medis. Pasien mengalami luka berat di bagian kepala.

"Luka di kepala cukup parah, dan hal tersebut yang membuat pasien belum sadar. Untuk penanganannya memang sangat ekstra hati-hati," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bus Al-Amin menabrak 3 sepeda motor di Jalan Raya Nguter, Sukoharjo pada Kamis (1/11/2012) siang. Empat pengendara sepeda motor tewas dan 2 orang kritis, yaitu Sriyono dan Bibit Riyanto.


EditorFarid Assifa
Komentar

Terkini Lainnya

AS Berharap Pertemuan Dua Korea Hasilkan Perdamaian

AS Berharap Pertemuan Dua Korea Hasilkan Perdamaian

Internasional
Peluang JK Kembali Jadi Cawapres Hanya Melalui Amandemen UUD 1945

Peluang JK Kembali Jadi Cawapres Hanya Melalui Amandemen UUD 1945

Nasional
Panitia Larang Atribut Politik dalam Acara 'Untukmu Indonesia' di Monas

Panitia Larang Atribut Politik dalam Acara "Untukmu Indonesia" di Monas

Megapolitan
Diduga Korban Tanah Longsor, Dua Kerangka Manusia Ditemukan di Ponorogo

Diduga Korban Tanah Longsor, Dua Kerangka Manusia Ditemukan di Ponorogo

Regional
Senyum Kim dan Moon Saat Bergandengan Tangan Lewati Garis Perbatasan

Senyum Kim dan Moon Saat Bergandengan Tangan Lewati Garis Perbatasan

Internasional
12 Jembatan Penyeberangan di Sudirman-Thamrin Bakal Dibuat Kekinian

12 Jembatan Penyeberangan di Sudirman-Thamrin Bakal Dibuat Kekinian

Megapolitan
Gerindra dan PKS Dirikan Sekretariat Bersama Pemenangan Prabowo

Gerindra dan PKS Dirikan Sekretariat Bersama Pemenangan Prabowo

Nasional
Dilarang Disparbud, Panitia 'Untukmu Indonesia' Tetap Akan Bagikan Sembako di Monas

Dilarang Disparbud, Panitia "Untukmu Indonesia" Tetap Akan Bagikan Sembako di Monas

Megapolitan
Pemerintah dan DPR Belum Sepakat soal Definisi Terorisme, Pembahasan RUU Diperpanjang

Pemerintah dan DPR Belum Sepakat soal Definisi Terorisme, Pembahasan RUU Diperpanjang

Nasional
Sopir Kopaja Mabuk Berujung Kecelakaan dengan Honda HR-V di Rasuna Said

Sopir Kopaja Mabuk Berujung Kecelakaan dengan Honda HR-V di Rasuna Said

Megapolitan
Sepi Pembeli, Pedagang Blok G Ini Tutup Lapak Baju Koko Jelang Ramadhan

Sepi Pembeli, Pedagang Blok G Ini Tutup Lapak Baju Koko Jelang Ramadhan

Megapolitan
Enam Temuan Ombudsman soal Kebijakan TKA yang Tak Sesuai Fakta Lapangan

Enam Temuan Ombudsman soal Kebijakan TKA yang Tak Sesuai Fakta Lapangan

Nasional
Ganjaran Vonis Mati untuk 8 WN Taiwan Penyelundup 1 Ton Sabu-sabu...

Ganjaran Vonis Mati untuk 8 WN Taiwan Penyelundup 1 Ton Sabu-sabu...

Megapolitan
Moon kepada Kim Jong Un: Saya Senang Bertemu Anda

Moon kepada Kim Jong Un: Saya Senang Bertemu Anda

Internasional
Usung Tema 'Enlightenment', Art Jog 2018 Berkembang Jadi Pergelaran Seni Visual

Usung Tema "Enlightenment", Art Jog 2018 Berkembang Jadi Pergelaran Seni Visual

Regional

Close Ads X