Kompas.com - 29/10/2012, 15:44 WIB
Penulis Reny Sri Ayu
|
EditorRobert Adhi Ksp

POSO, KOMPAS.com — Lokasi ledakan di Pantai Pengibur Jalan Pattimura, Poso, Senin (29/10/2012) siang, hanya berjarak 50 meter-100 meter dari Hotel Wisata, di mana Tim Densus 88 memesan sejumlah kamar.

Sejak beberapa hari lalu, sejumlah kamar di hotel ini sudah tidak disewakan oleh pengelola hotel dengan alasan sudah dipesan Densus 88.

Sejumlah petugas hotel menjelaskan, sejumlah kamar sudah dipesan Densus dan sejak Jumat sudah dikosongkan. Bahkan, pengelola hotel tidak lagi menerima tamu dengan alasan penuh walau tim Densus 88 belum tiba di Poso.

Rencananya, Senin sore atau Selasa pagi, tim Densus baru akan masuk ke Hotel Wisata. Di buku tamu juga tampak tulisan Densus 88 pada nomor-nomor kamar yang dikosongkan.

Ledakan yang terjadi Senin siang hingga kini masih simpang siur. Polisi tak mau menyebut bom, tetapi petasan. Namun, saksi mata menyebut benda yang meledak berbentuk bulat lonjong serupa pipa paralon dengan dua kabel berwarna merah dan hitam di bagian ujungnya. Bekas ledakan tak seberapa parah, tetapi seng bagian belakang kafe sebagian hancur menyerupai serbuk.

"Saat itu saya mau mengambil ikan di bagian belakang kafe. Saya kebetulan belum buka. Lalu saya sekalian membersihkan dan memungut sampah. Lalu saya liat benda itu, bentuknya lonjong, seperti pipa dan ada kabel merah dan hitam di ujungnya. Saya kaget dan menjauh. Tak lama kemudian meledak. Suaranya sangat keras. Setelah ledakan saya pergi melihat dan ternyata masih ada satu lagi. Saya akhirnya panggil orang karena takut kalau meledak lagi," kata Mama Ira (38), pemilik kafe tempat ledakan terjadi.

Ledakan dan beberapa peristiwa lain di dalam kota diduga untuk memecah konsentrasi aparat kepolisian dan TNI yang sedang melakukan penyisiran di Dusun Tamanjeka, Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Aparat juga sedang menyiapkan operasi penegakan hukum di wilayah sekitar Tamanjeka serta mencari pelaku dan kelompok terkait jaringan teroris yang diduga bertanggung jawab atas serangkaian peristiwa teror dan kekerasan di Poso.

Pada penyisiran Minggu, polisi dan TNI menemukan bom aktif seberat 10 kilogram di Tamanjeka. Bom ini ditemukan di sebuah pondok kebun milik AS, warga setempat. Hingga kini polisi masih terus melakukan penyisiran karena diduga masih ada sejumlah bom dan ranjau yang ditanam di sekitar Tamanjeka.

Baca tentang


    25th

    Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X