Kompas.com - 29/10/2012, 11:55 WIB
EditorI Made Asdhiana

Jimmi menambahkan, hal serupa juga terjadi pada burung cendrawasih elok (Macgregoria pulchra) yang seolah menghilang. Padahal, beberapa tahun lalu burung cantik nan langka itu masih dengan mudah dijumpai beterbangan di hutan-hutan di jalan akses Wamena-Habema.

Ancaman

Seperti di banyak tempat lain, hutan-hutan yang menjadi habitat alami satwa di TN Lorentz juga mulai terusik. Saat perjalanan dari Wamena menuju Habema, kondisi merisaukan itu terlihat dengan telanjang.

Suara gergaji mesin pembalak liar yang memekakkan telinga tak hentinya bersahut-sahutan. Puluhan pondok penebang kayu berdiri di kanan-kiri jalan dengan kayu-kayu hasil tebangan yang siap didistribusikan.

Jimmi mengatakan, maraknya penebang liar itu berbarengan dengan pengerasan jalan yang dilakukan sekitar setahun terakhir ini. Jalan yang mudah diakses ditengarai membuat makin banyak orang bisa leluasa masuk hutan untuk mengambil kayu.

Pembangunan jalan tersebut juga dikhawatirkan membawa dampak negatif buat Danau Habema. Dua jalan paralel yang saat ini tengah dibangun itu berpotensi memutus jalur hidrologi danau yang berada di tengah. ”Hal ini dikhawatirkan bisa membuat debet danau menyusut,” kata Jimmi.

Tebersit sebuah keprihatinan di sela deru pembangunan fisik di Bumi Cenderawasih....

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X