Bisnis "Ayam Kampus" Menggeliat di Yogya - Kompas.com

Bisnis "Ayam Kampus" Menggeliat di Yogya

Kompas.com - 29/10/2012, 09:59 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Sebagai kota yang dikenal dengan sebutan Kota Pelajar, Yogyakarta pun tak bisa lepas dari persoalan lain yang terkait dengan banyaknya pelajar rantau di sana. Salah satunya adalah bisnis prostitusi yang dilakukan oleh para mahasiswi di sana dengan berbagai latar belakang dan alasan. 

"Ayam kampus", adalah sebutan umum bagi para mahasiswi yang tak hanya belajar di kampus, tetapi juga menjajakan dirinya menjadi pekerja seks komersial (PSK) terselubung. Umumnya, himpitan masalah bagi para mahasiswi yang merantau atau latar belakang keluarga yang broken home menjadi alasan awal bagi mereka untuk kemudian terjun ke dalam pelacuran. 

Setidaknya, kesaksian itulah yang diperoleh Kompas.com saat menemui "MY" dan tiga rekan mahasiswi "seprofesi" lainnya.  Gadis berusia 22 tahun itu mengaku terjun ke praktik "esek-esek" akibat tekanan biaya hidup. Keempat "ayam kampus" mengaku mengalami kesulitan finansial untuk hidup dan sekolah di Yogya.

Berbeda lagi pengakuan "BG", mahasiswi sebuah universitas swasta di Yogyakarta. Ia memilih profesi "ayam kampus" lebih karena tuntutan pergaulan yang highclass. "Waktu itu utang saya ke teman-teman untuk hura-hura di klub malam cukup banyak. Jadi, waktu seorang teman menawari untuk melayani om-om, ya saya terima saja. Hasilnya sih lumayan dan keterusan deh sampai sekarang," ungkap BG yang ditemui di sebuah kafe di Yogya belum lama ini.

Jika dibandingkan dengan PSK di lokalisasi, keberadaan mahasiswi yang berfungsi ganda ini lebih sulit dilacak keberadaannya. Saat diperhatikan, penampilan dan keseharian mereka di kampus terlihat sama dengan mahasiswi-mahasiswi lainnya. "Orang-orang tidak akan menduga kami ini 'ayam kampus'. Pokoknya sulit dibedakan kalau belum pernah 'pakai'," papar perempuan ini sambil tersenyum.

Fenomena ayam kampus kelihatannya tak akan pernah hilang dari Yogyakarta. Predikat Kota Pelajar bagaikan pisau bermata dua. Pada satu sisi, Kota Pelajar menjadi tempat tujuan orang dari daerah mana pun untuk belajar, namun di sisi lain segala permasalahan yang menyertainya, termasuk fenomena "ayam kampus" akan ikut mewarnai Yogyakarta.

****

Baca Juga: PSK dan Warga Hidup Berdampingan di Sarkem


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorGlori K. Wadrianto

    Terkini Lainnya

    Kerugian Negara Dikembalikan, Pejabat Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Sampah Tidak Ditahan

    Kerugian Negara Dikembalikan, Pejabat Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Sampah Tidak Ditahan

    Regional
    Alasan 6 KPU Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih

    Alasan 6 KPU Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih

    Nasional
    Universitas Brawijaya Raih Juara Umum UTU Award 2018

    Universitas Brawijaya Raih Juara Umum UTU Award 2018

    Edukasi
    Sebuah Gudang Bank BNI di Kota Palopo Terbakar

    Sebuah Gudang Bank BNI di Kota Palopo Terbakar

    Regional
    KPK Telusuri Pembahasan Rencana Tata Ruang Terkait Proyek Meikarta

    KPK Telusuri Pembahasan Rencana Tata Ruang Terkait Proyek Meikarta

    Nasional
    Pekerja Proyek Pembangunan Bandara NYIA Tewas Setelah Terjatuh ke Saluran Air

    Pekerja Proyek Pembangunan Bandara NYIA Tewas Setelah Terjatuh ke Saluran Air

    Regional
    Saat Ketua KPK Blusukan ke Sungai Mahakam dan Temukan Penumpukan Batubara Ilegal

    Saat Ketua KPK Blusukan ke Sungai Mahakam dan Temukan Penumpukan Batubara Ilegal

    Regional
    Tim Mapagama UGM Siap Arungi Sungai Franklin Australia

    Tim Mapagama UGM Siap Arungi Sungai Franklin Australia

    Edukasi
    Kasus Jamal Khashoggi, Saudi Tak Bakal Turuti Permintaan Turki

    Kasus Jamal Khashoggi, Saudi Tak Bakal Turuti Permintaan Turki

    Internasional
    Poster Jokowi-Ma'ruf Dipasang di Tempat Ibadah di Garut, Tim Lakukan Investigasi

    Poster Jokowi-Ma'ruf Dipasang di Tempat Ibadah di Garut, Tim Lakukan Investigasi

    Nasional
    6 Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu

    6 Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu

    Nasional
    Kronologi Pelaku Perampokan Sopir Taksi 'Online' Serahkan Diri karena Takut Ditembak Polisi

    Kronologi Pelaku Perampokan Sopir Taksi "Online" Serahkan Diri karena Takut Ditembak Polisi

    Regional
    Kelompok Kerja Guru Mandiri Melawan 'Efek Mattew' di Kaltara

    Kelompok Kerja Guru Mandiri Melawan 'Efek Mattew' di Kaltara

    Edukasi
    Jika Perang Lawan Rusia dan China, AS Terancam Kalah

    Jika Perang Lawan Rusia dan China, AS Terancam Kalah

    Internasional
    Kisah Henita Cari Anak Pasca-gempa di Petobo, Melacak dengan Cinta hingga Ucapan Ulang Tahun

    Kisah Henita Cari Anak Pasca-gempa di Petobo, Melacak dengan Cinta hingga Ucapan Ulang Tahun

    Regional

    Close Ads X