Sanksi Terberat Hanya Dihapus dari Daftar Ormas

Kompas.com - 28/10/2012, 20:50 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, mengungkapkan bahwa sanksi paling berat kepada organisasi masyarakat (ormas) yang menyalahi ketentuan adalah penghapusan nama mereka dari daftar ormas di Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat. Tidak ada wewenang bagi Pemerintah Provinsi untuk membekukan sebuah ormas.

"Pembekuan atau penghapusan ormas, merupakan kewenangan pemerintah pusat," kata Heryawan yang ditemui Minggu (28/10/2012) ini.

Pernyataaan itu dikeluarkan untuk mengomentari perusakan masjid An Nasir di Kelurahan Cibadak, Kota Bandung, oleh anggota salah satu ormas Islam pada malam takbiran Idul Adha, Kamis (25/10). Akibat penyerbuan itu, beberapa kaca masjid pecah dan pintu gerbang jebol.

Menurut Heryawan, penghapusan nama ormas dilakukan bila yang bersangkutan tidak mengindahkan surat teguran yang dikirim sampai tiga kali. Dengan demikian, hanya sampai itu saja sanksi yang terberat yang bisa dijatuhkan pemerintah provinsi.


Disinggung apakah dia bakal mengirimkan surat teguran kepada ormas itu terkait insiden di Masjid An Nasir, Heryawan tidak memberi jawaban pasti. "Kita lihat saja nanti," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Heryawan meminta semua pihak untuk menaati hukum yang berlaku. Ia menyatakan, ormas tidak boleh melanggar hukum dalam menyalurkan aspirasi mereka, begitu pula dengan jamaah Ahmadiyah harus menghormati Peraturan Gubernur Nomor 12/2011 tentang Pelarangan Aktivitas Ahmadiyah."

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Pembunuh Korban Penculikan di Surabaya Ditangkap, 2 Masih Buron

4 Pembunuh Korban Penculikan di Surabaya Ditangkap, 2 Masih Buron

Regional
ASN Pemkot Padang Terjaring OTT Saber Pungli Terkait Pengurusan BPHTB

ASN Pemkot Padang Terjaring OTT Saber Pungli Terkait Pengurusan BPHTB

Regional
Fakta Dua Nenek Kakak-Beradik yang Setia Tingal Bersama, Buta dan Jual Barang untuk Makan

Fakta Dua Nenek Kakak-Beradik yang Setia Tingal Bersama, Buta dan Jual Barang untuk Makan

Regional
Perjuangan Petugas Padamkan Karhutla di OKI, Lokasi Sangat Jauh dan Motor Digotong Seberangi Kanal

Perjuangan Petugas Padamkan Karhutla di OKI, Lokasi Sangat Jauh dan Motor Digotong Seberangi Kanal

Regional
Kronologi Pasutri di Cianjur Tewas Digigit Ular Menurut Warga

Kronologi Pasutri di Cianjur Tewas Digigit Ular Menurut Warga

Regional
7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

Regional
Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Regional
Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Regional
Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Regional
Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Regional
19 Tahun Hidup di 'Dunia Malam' Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

19 Tahun Hidup di "Dunia Malam" Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

Regional
Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Regional
Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X