Divonis 5 Tahun, Istri Wali Kota Salatiga Tak Mampu Berdiri - Kompas.com

Divonis 5 Tahun, Istri Wali Kota Salatiga Tak Mampu Berdiri

Kompas.com - 24/10/2012, 19:39 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Istri Wali Kota Salatiga Titik Kirnaningsih yang mengenakan kerudung hitam tetap terduduk dan terus menangis. Titik tampak tak mampu berdiri. Ia kemudian didatangi penasihat hukum dan asistennya yang menggandeng untuk beranjak dari kursi.

Titik memang tampak terus menangis dan tertunduk setelah mendengar putusan hakim yang memvonisnya dengan 5 tahun penjara pada sidang putusan di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (24/10/2012). Selain itu hakim juga menjatuhi hukuman denda sebesar Rp300 juta subsider 4 bulan penjara.

Pidana tambahan berupa membayar ganti rugi sebesar Rp2,5 miliar, dan jika tidak terpenuhi digantikan 2 tahun penjara. Putusan ini tetap lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum yakni 7,5 tahun penjara.

Titik merupakan terdakwa kasus korupsi pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang berdasar audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Tengah terdapat kerugian sebesar Rp12,2 miliar.

Pengerjaan proyek ini melalui dana dari APBN sebesar Rp 49,2 miliar. Titik menjabat sebagai Direktur PT Kunjtup selaku pelaksana proyek.

Menurut Majelis Hakim yang diketuai Dolman Sinaga, Titik terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama sama sesuai dakwaan primer sehingga merugikan negara. Meski sebelumnya, terdakwa lain dalam kasus ini yakni Saryono Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan pejabat pembuat komitmen mengajukan gugatan terhadap BPKP karena hasil audit tidak sesuai prosedur. Sehingga baik Titik ataupun Saryono harus bebas dari kasus ini.

Pada pandangan hakim, hasil audit BPKP tersebut masih bisa diperdebatkan. Namun kemenangan PT Kuntjup dalam proses lelang telah menyalahi prosedur. Sebab dari panitia lelang seharusnya yang menang adalah PT Bali Permata dengan penawaran harga Rp42,6 miliar sedangkan PT Kunjtup Rp47,2 miliar.

Kemenangan PT Kunjtup yang terdaftar bekerjasama dengan PT Kadi Internasional karena adanya disposisi dari Wali Kota saat itu John Manopo atas memo Saryono. "Yang memberatkan, hal ini merupakan kejahatan luar biasa yang harus dipertanggungjawabkan. Sedang yang meringankan karena terdakwa adalah seorang wanita yang dibutuhkan keluarga," ungkap Dolman saat membacakan putusan.

Selain itu juga terdapat kemahalan harga dan kesalahan dalam pelaksanaan proyek JLS STA 1+800 hingga STA 8+350. Sebab pada pengerjaan proyek seharusnya PT Kunjtup bekerjasama dengan PT Kadi Internasional, namun yang mengerjakan hanya PT Kunjtup.  Sehingga menurut hakim hal ini jelas menyalahi aturan pengerjaan proyek pemerintah.

Pada kasus ini telah dihadirkan 36 saksi dan 14 saksi ahli dengan 103 barang bukti yang disita. Penasihat hukum terdakwa Deddy Suwardi menyatakan banding sebab banyak fakta yang tidak menjadi pertimbangan hakim.

"Keterangan saksi ahli yang kami hadirkan juga tidak menjadi pertimbangan, padahal Titik Kirnaningsih itu seharusnya bebas," tandasnya. 


EditorGlori K. Wadrianto

Terkini Lainnya

Kerugian Negara Dikembalikan, Pejabat Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Sampah Tidak Ditahan

Kerugian Negara Dikembalikan, Pejabat Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Sampah Tidak Ditahan

Regional
Alasan 6 KPU Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih

Alasan 6 KPU Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih

Nasional
Universitas Brawijaya Raih Juara Umum UTU Award 2018

Universitas Brawijaya Raih Juara Umum UTU Award 2018

Edukasi
Sebuah Gudang Bank BNI di Kota Palopo Terbakar

Sebuah Gudang Bank BNI di Kota Palopo Terbakar

Regional
KPK Telusuri Pembahasan Rencana Tata Ruang Terkait Proyek Meikarta

KPK Telusuri Pembahasan Rencana Tata Ruang Terkait Proyek Meikarta

Nasional
Pekerja Proyek Pembangunan Bandara NYIA Tewas Setelah Terjatuh ke Saluran Air

Pekerja Proyek Pembangunan Bandara NYIA Tewas Setelah Terjatuh ke Saluran Air

Regional
Saat Ketua KPK Blusukan ke Sungai Mahakam dan Temukan Penumpukan Batubara Ilegal

Saat Ketua KPK Blusukan ke Sungai Mahakam dan Temukan Penumpukan Batubara Ilegal

Regional
Tim Mapagama UGM Siap Arungi Sungai Franklin Australia

Tim Mapagama UGM Siap Arungi Sungai Franklin Australia

Edukasi
Kasus Jamal Khashoggi, Saudi Tak Bakal Turuti Permintaan Turki

Kasus Jamal Khashoggi, Saudi Tak Bakal Turuti Permintaan Turki

Internasional
Poster Jokowi-Ma'ruf Dipasang di Tempat Ibadah di Garut, Tim Lakukan Investigasi

Poster Jokowi-Ma'ruf Dipasang di Tempat Ibadah di Garut, Tim Lakukan Investigasi

Nasional
6 Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu

6 Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu

Nasional
Kronologi Pelaku Perampokan Sopir Taksi 'Online' Serahkan Diri karena Takut Ditembak Polisi

Kronologi Pelaku Perampokan Sopir Taksi "Online" Serahkan Diri karena Takut Ditembak Polisi

Regional
Kelompok Kerja Guru Mandiri Melawan 'Efek Mattew' di Kaltara

Kelompok Kerja Guru Mandiri Melawan 'Efek Mattew' di Kaltara

Edukasi
Jika Perang Lawan Rusia dan China, AS Terancam Kalah

Jika Perang Lawan Rusia dan China, AS Terancam Kalah

Internasional
Kisah Henita Cari Anak Pasca-gempa di Petobo, Melacak dengan Cinta hingga Ucapan Ulang Tahun

Kisah Henita Cari Anak Pasca-gempa di Petobo, Melacak dengan Cinta hingga Ucapan Ulang Tahun

Regional

Close Ads X