Kompas.com - 24/10/2012, 00:21 WIB
EditorHeru Margianto

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Asuransi kecelakaan lalu lintas jalan dan penumpang umum PT Jasa Raharja akan menjamin biaya perawatan korban kecelakaan kereta api komuter Prambanan Ekspres di timur Stasiun Kalasan, Sleman.

"Dalam rangka kemudahan, biaya perawatan akan dijamin oleh Jasa Raharja, yaitu maksimal Rp 10 juta. Jika korban mengalami cacat, maka akan diberi santunan maksimal Rp 20 juta," kata Kepala Cabang PT Jasa Raharja Yogyakarta Q Aeni Syamlawi di Yogyakarta, Selasa (23/10/2012) malam.

Berdasarkan data yang dimiliki, jumlah korban anjloknya Kereta Api Prambanan Ekspres berjumlah 53 orang, yang kemudian dirawat di Rumah Sakit Panti Rini sebanyak 33 orang dan 20 orang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara.

Beberapa korban yang tidak mengalami luka serius diperbolehkan untuk menjalani rawat jalan dan pulang, tetapi ada beberapa yang masih harus dirawat.

Di Rumah Sakit Panti Rini masih ada tiga korban luka yang dirawat inap, yaitu Ika Mafruchan, Ely Endang, dan Asih, sedangkan di Rumah Sakit Bhayangkara terdapat lima korban yang menjalani rawat inap.

Dua korban yang menjalani rawat inap di RS Bhayangkara adalah masinis KA Prambanan Ekspres Wulia Taufik dan asisten masinis Firman Hidayat.

Sementara itu, dari Rumah Sakit Panti Rini juga terdapat korban yang dirujuk ke rumah sakit lain, yaitu ke Rumah Sakit Panti Rapih sebanyak dua orang, yakni Dewi Ambarwati dan Susi Permanawati, serta satu korban dirujuk ke Rumah Sakit JIH, yakni Silvia Mona.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, Direktur Rumah Sakit Panti Rini Yoseph Wibowo mengatakan, salah satu korban yang dirujuk ke Rumah Sakit Panti Rapih mengalami luka cukup serius, yaitu patah tulang di beberapa bagian tubuh.

"Ia harus menjalani operasi dan kemungkinan setelah operasi juga harus dirawat intensif di ICU. Karena itu, ia dirujuk ke Rumah Sakit Panti Rapih," katanya.

Sementara itu, sebagian besar korban yang dilarikan ke Rumah Sakit Panti Rini mengalami luka, seperti lecet, memar, dan luka gores.

KA Prameks tujuan Solo Jebres-Kutoarjo anjlok di Km 155+1 antara Stasiun Kalasan dan Stasiun Srowot Klaten, Selasa sekitar pukul 16.45 WIB.

Saat anjlok, kereta komuter tersebut membawa lima gerbong dengan total penumpang 585 orang. PT KA Daerah Operasi VI Yogyakarta masih belum dapat memastikan penyebab anjloknya kereta tersebut karena kondisi kereta baik saat diberangkatkan.

Untuk mengikuti perkembangan berita ini silakan lihat dalam topik KA Prameks Terguling

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X