Warga Poso Diminta Tak Terprovokasi Bom

Kompas.com - 22/10/2012, 19:57 WIB
Penulis Sandro Gatra
|
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Poso, Sulawesi Tengah, diminta tidak terprovokasi oleh peristiwa ledakan di pos polisi lalu lintas di Jalur Trans Sulawesi pada, Senin (22/10/2012). Suasana kondusif selama ini di Poso harus dijaga oleh semua pihak.

"Ini jangan jadi pemicu masa lalu yang kelam di wilayah Poso," kata anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Didi Irawadi Syamsuddin di Jakarta, Senin (22/10/2012).

Didi mengatakan, wibawa Kepolisian dipertaruhkan untuk menangkap para pelaku teror. Apalagi, teror sudah terjadi di Poso sebelumnya. Dua polisi ditemukan tewas di kawasan perkebunan Dusun Tamanjeka, Taman Hutan Gunung Potong, Poso.

Politisi Partai Demokrat itu berharap agar warga membantu Kepolisian untuk mengungkap para pelaku. "Berikan informasi apabila ada pihak yang mencurigakan, apalagi yang mencoba mengadu domba," pungkas Didi.

Seperti diberitakan, ledakan bom mengakibatkan seorang anggota polisi lalu lintas Bripda Rusliadi dan seorang satpam Bank Rakyat Indonesia Muhammad Akbar terluka (baca topik: Ledakan di Pos Polisi Poso).

Menurut Kepolisian, bom itu menggunakan telepon genggam lantaran di lokasi ditemukan sebuah telepon genggam merek Samsung yang sudah terurai berikut LCD. Selain itu, terdapat sejumlah material seperti besi, paku dua sentimeter, lakban, serta plastik botol kemasan minuman bersoda.

Ledakan itu terjadi sepekan setelah dua anggota Kepolisian, yakni Brigadir Sudirman dan Briptu Andi Sapa ditemukan tewas di Taman Jeka, tidak jauh dari kawasan yang diduga tempat pelatihan militer kelompok teroris. Keduanya ditemukan tewas dengan leher tergorok senjata tajam dan terkubur dalam satu lubang.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Status PDP Dicabut, Jenazah Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19 Ternyata Positif Corona

    Status PDP Dicabut, Jenazah Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19 Ternyata Positif Corona

    Regional
    Kasus Terbanyak, Sehari 20 Warga Grobogan Terkonfirmasi Positif Covid-19

    Kasus Terbanyak, Sehari 20 Warga Grobogan Terkonfirmasi Positif Covid-19

    Regional
    Ratusan Kali Merampok, 2 Orang Berseragam TNI Ditangkap di Bandung

    Ratusan Kali Merampok, 2 Orang Berseragam TNI Ditangkap di Bandung

    Regional
    Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

    Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

    Regional
    Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem 'Drive Thru'

    Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem "Drive Thru"

    Regional
    3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

    3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

    Regional
    Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

    Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

    Regional
    Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

    Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

    Regional
    Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

    Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

    Regional
    Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

    Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

    Regional
    Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

    Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

    Regional
    Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

    Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

    Regional
    Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

    Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

    Regional
    850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

    850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

    Regional
    Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

    Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X