Yudi Setiawan Masih Ditahan

Kompas.com - 22/10/2012, 00:20 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

BANJARMASIN, KOMPAS.com- Yudi Setiawan (31) yang oleh polisi sempat disebut sebagai salah satu direksi Bank Kalsel dan Bank Jatim, saat ini masih ditahan di Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan.

Penyidik Polda Kalsel menetapkan Yudi, Direktur PT Cipta Inti Parmindo, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga dan sarana penunjang pendidikan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, tahun 2011.

Berdasarkan perhitungan BPKP, kerugian negara yang ditimbulkan dalam kasus itu Rp 1,02 miliar dari total nilai pagu proyek Rp 2,639 miliar.

”Ia masih kami tahan. Untuk tersangka baru dari luar perusahaan masih kami dalami. Perkembangan pemberkasan sendiri mudah-mudahan minggu depan segera kami limpahkan ke jaksa penuntut umum,” kata Kepala Subdirektorat Tindak Pidana Korupsi, Direktorat Kriminal Khusus, Polda Kalsel, Ajun Komisaris Besar Didik Sudaryanto, Minggu (21/10/2012).

Yudi diduga melakukan manipulasi dalam lelang di Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Kuala. Modusnya dengan cara memalsukan laporan akuntan independen (dokumen pendukung terkait laporan akuntansi keuangan).

Sebelum menangkap Yudi yang tinggal di Klampis Regency No 25 Semolowaru, Kecamatan Sukolilo, Surabaya, Polda Kalsel lebih dulu menangkap seorang yang diduga anak buah Yudi, yakni Salim Alatas di Surabaya.

Salim memenangkan lelang pada Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Kuala dengan menggunakan nama CV Karunia Baru. Salim pun kini masih menjalani perpanjangan penahanan kedua di Polda Kalsel.

Polda Kalsel juga mendapat laporan dari Polda Jatim jika Yudi ini juga merupakan tersangka kredit macet Bank Jatim. Yudi juga menggunakan rekening Bank Jatim untuk transaksi dalam lelang di Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Kuala.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X