Kompas.com - 10/10/2012, 19:37 WIB
|
EditorFarid Assifa

DENPASAR, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah Bali bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menyita 72 ekor buaya dari tempat penangkaran ilegal Taman Buaya dan Reptil Indonesia Jaya di Mengwi, Badung, Rabu (10/10/2012).

Sebelumnya BKSDA telah 2 kali mengirim surat untuk mengurus izin sebagai lembaga konservasi, namun tak pernah digubris.

"Tidak pernah ada tanggapan dan akhirnya kita lakukan tindakan ini," kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Bali Sumarsono saat konferensi pers di Mapolda Bali, siang tadi.

Sebanyak 72 ekor buaya hasil sitaan di antaranya buaya putih, buaya muara, buaya Irian, dan buaya muara ini merupakan satwa yang dilindungi dan masuk dalam Appendix I cites.

"Lokasi itu sementara kita tutup police line," kata Kasubdit IV Dit Krimsus Polda Bali AKBP Tri Kuncoro.

Selain buaya hidup, polisi juga mengamankan satu tengkorak buaya dan 3 telur buaya.

Tak hanya melanggar izin, lokasi penangkaran ini tak layak bagi pengunjung dari segi keamanan. "Jarak kandang dengan tempat pengunjung terlalu dekat dengan kandang, sehingga tidak sesuai dengan standar," ungkap Sumarsono.

Pemilik penangkaran, Suharta Arifin telah ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan Pasal 72 ayat 2 jo Pasal 40 ayat 2 UU RI 5 tahun 1999 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta. 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.