Kompas.com - 09/10/2012, 19:02 WIB
Penulis Agus Mulyadi
|
EditorAgus Mulyadi

MEKKAH, KOMPAS.com — Sebanyak 79.196 anggota jemaah Indonesia, hingga Selasa (9/10/2012) pagi waktu Arab Saudi, telah berada di Mekkah. Mereka tergabung dalam 77 kelompok terbang (kloter). Jumlahnya lebih dari 30 persen kuota haji yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi sebanyak 211.000 orang pada tahun ini.

Data itu sesuai informasi terbaru Daker Mekkah, Misi Haji Indonesia di Arab Saudi.

Walau baru 30 persen jemaah asal Indonesia yang telah berada di Mekkah, simbol-simbol Indonesia, seperti baju batik haji, peci berwarna hitam, dan tas serta baju dengan label bendera Merah Putih, membuat mereka mudah dikenali sebagai jemaah dari Indonesia.

Dari postur tubuh dan wajah, jemaah Indonesia sangat familiar. Mereka secara berkelompok mengisi ruang di hampir setiap sudut Masjidil Haram dan sekitarnya, pada waktu-waktu shalat wajib setiap hari.

Selain di Masjidil Haram, jemaah Indonesia juga tampak di tempat-tempat umum seperti di Jaqfaria, dan tempat-tempat perbelanjaan berkelas menengah ke atas seperti di Zam-Zam Tower persis di samping halaman Masjidil Haram, serta lokasi obyek sejarah seperti Gua Hira di Jabal Nur dan Museum Ka’bah.

Bahkan para pedagang di kios-kios pinggir jalan di Kota Mekkah juga dapat berbahasa Indonesia patah-patah seperti "ini murah", "lima real", "sepuluh real" dan "tidak mahal".

Nuansa Indonesia juga tampak di hotel-hotel atau rumah pemondokan jemaah Indonesia yang restorannya memajang menu seperti, "soto ayam", "sop buntut", dan "nasi goreng".

Di antara restoran khas Turki, India, dan Pakistan di pinggir-pinggir jalur utama ke dan dari Masjidil Haram, ada pula restoran khas Indonesia seperta masakan Priangan dan Restoran Sederhana masakan Padang yang tulisannya tertera dua bahasa, Indonesia dan Arab.

"Baru 30 persen jemaah Indonesia yang berada di Mekkah. Nanti setelah 100 persen, tentu Mekkah akan dipenuhi warga Indonesia," kata seorang petugas urusan haji Indonesia, Riko, yang baru pertama kali bertugas di Arab Saudi sekaligus akan menunaikan ibadah haji.

Tahun ini Kementerian Agama mengirim sekitar 800 petugas haji yang mengurus segala keperluan baik pemondokan, ibadah, administrasi, serta urusan lainnya. Mereka dibantu sejumlah tenaga musiman dari kalangan mahasiswa Indonesia yang belajar di negara-negara Arab, atau warga Indonesia yang bermukim di negara-negara Arab, sebagai penghubung atau penerjemah antara jemaah haji dan pihak Arab Saudi.

Seluruh jemaah haji dari seluruh dunia, yang diperkirakan berjumlah sekitar dua juta orang, akan tiba di Mekkah terakhir pada 20 Oktober 2012. Pada pukul 24.00 pada hari itu, Bandara King Abdul Azis Jeddah sebagai pintu masuk utama jamaah haji akan ditutup total untuk kedatangan jemaah.

Wukuf di Arafah yang merupakan puncak pelaksanaan ibadah haji akan berlangsung pada 25 Oktober 2012.
        
      
Sumber: Antara

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.