Kompas.com - 09/10/2012, 14:52 WIB
|
EditorFarid Assifa

MAKASSAR, KOMPAS.com - Terkait banyaknya kendaraan roda dua maupun roda empat mengalami kerusakan pada klep mesin yang diduga akibat bahan bakar minyak (BBM) premium, General Manager PT Pertamina Region VII Makassar, Ageng Priyono mengatakan, pihaknya telah memeriksa dan mengambil sampel peremium di beberapa SPBU di Makassar sampai pada instalasi pengisian BBM di Pertamina.

Hasil pemeriksaan itu, lanjut Ageng, menyatakan bahwa semua BBM jenis premium dalam kondisi on atau siap digunakan konsumen. Kadar oktannya normal dan tidak ada pengurangan kadar seperti yang dituduhkan.

"Kami tetap siaga menyediakan BBM untuk masyarakat sesuai dengan kebutuhan. Mengenai masalah kerusakan kendaraan yang diduga penyebabnya BBM jenis premium, itu tidak benar. Sebab kita sudah melakukan uji coba di sejumlah SPBU dan instalasi pengisian BBM di Pertamina, namun semuanya dalam kondisi normal yang siap dijual kepada masyarakat. Dimana kadar oktan pada BBM premium tetap 88, sedangkan kadar oktan pada BBM jenis pertamax yakni 92," katanya.

Ageng menambahkan, kerusakan kendaraan hingga klep bengkok itu di sebabkan pembakaran tidak stabil. Dimana kendaraan yang harusnya menggunakan BBM jenis pertamax, malah dipaksakan menggunakan BBM jenis premium.

Ia juga membantah jika adanya spekulan untuk mengalihkan penggunaan premium ke pertamax, sebab pihaknya tetap mengacu pada peraturan pemerintah.

"Kami tidak bisa bertanggungjawab soal kerusakan kendaraan yang hanya diduga kesalahan bahan bakar. Jadi diharapkan masyarakat menggunakan BBM sesuai dengan kebutuhan kendaraannya. Tidak ada juga spekulan pengalihan dari BBM premium ke pertamax, karena kami tidak bisa melakukan hal itu karena sudah diatur dalam peraturan pemerintah. Jadi semua itu tidak benar," tegasnya.

Sebelumnya telah diberitakan Kompas.com, belakangan ini di Makassar, Sulawesi Selatan, banyak kendaraan roda dua ataupun roda empat mengalami kerusakan pada klep mesinnya. Mekanik sejumlah bengkel di Makassar mengungkapkan, klep yang bengkok itu disebabkan oleh bahan bakar minyak (BBM) jenis premium yang kadar oktannya rendah.

Selama dua minggu terakhir, ratusan kendaraan roda dua maupun empat mengalami kerusakan yang sama. Semua kendaraan yang mogok saat diperiksa di bengkel ternyata klepnya bengkok. Sedangkan persediaan sparepart klep di Makassar habis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.