Kompas.com - 04/10/2012, 13:59 WIB
|
EditorFarid Assifa

SURABAYA, KOMPAS.com — Karena dianggap tidak cukup bukti untuk diajukan ke delik kriminal, polisi akhirnya menghentikan penyelidikan kasus buku nikah palsu. Pemeriksaan terhadap Saimah (33), keponakan Bukhari Ali Rizal, pembawa 499 buku nikah palsu yang terjaring pemeriksaan PPIH Embarkasi Surabaya pada pekan lalu, juga dihentikan.

Kepala Satreskrim Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Farman dikonfirmasi mengaku ada dilema. Jika pelaku dijerat dengan Pasal 263 tentang pemalsuan surat, maka harus ada orang yang membuat dan menggunakannya. Sementara itu, hasil pemeriksaan terhadap Bukhari menunjukkan bahwa dia mengaku hanya dititipi.

''Jika dijerat Pasal 266 KUHP tentang pemalsuan data autentik, buku nikah palsu yang dibawa itu juga masih kosong dan belum tertulis apa pun. Jadi, kami ini dilema,'' katanya, Kamis (4/10/2012).

Baik Bukhari maupun keponakannya, Saimah, saat ini hanya berstatus saksi. Saimah mengaku hanya dititipi teman suaminya bernama Udin yang bekerja di Arab Saudi. Baik Saimah maupun Bukhari sama-sama tidak tahu bahwa yang dititipkan adalah buku nikah palsu karena buku itu dibungkus kain.

''Saksi kunci dalam kasus ini sebenarnya Udin. Namun saat ini, menurut keterangan Bukhari dan Saimah, ia berada di Arab Saudi,'' tembahnya.

Karena itu, polisi akhirnya memberikan rekomendasi kepada Bukhari dan istrinya untuk berangkat haji tahun ini, walaupun tetap dengan pengawasan. Sebelumnya, sebanyak 499 pasang buku nikah kosong atau tanpa nama ditemukan dalam koper Bukhari dan Sunai yang datang di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Kamis (27/9/2012).

Buku-buku itu ditemukan saat pemeriksaan oleh pihak keamanan bandara bersama bea dan cukai serta keimigrasian, dibantu alat deteksi mesin sinar-x keamanan bandara PT Angkasa Pura I Bandara Juanda yang ditempatkan di Asrama Haji Sukolilo. Ratusan buku nikah kosong dan palsu itu diduga diselundupkan untuk dijual kepada pasangan WNI di Arab Saudi yang membutuhkan buku nikah agar terhindar dari hukuman rajam dari pemerintah setempat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.