Melihat G-30-S Lewat Film "The Act of Killing"

Kompas.com - 03/10/2012, 03:48 WIB
Editor

Oleh: Rainny Drupadi

Kompasiana: rainny

Hampir semua orang bertanya-tanya, bagaimana bisa menonton film ”Jagal” di Indonesia? Kapan dan di mana akan diputar di Indonesia? Pihak pembuatnya sendiri belum bisa memastikan. Namun, sejauh ini mereka menyatakan, pemutaran film ini di Indonesia niscaya di-selenggarakan.

Terlalu banyak lapis cerita dalam film ini. Dari sisi psikologis pembunuh, peran media, pengaruh Amerika Se-rikat, metode pembuat-an film, peran imajinasi, dan banyak lapis-lapis lainnya. Ibaratnya, kalau kita kupas satu lapis, kita akan menemukan lapis berikutnya, lapis lain, begitu seterusnya.

Saya akan bahas mengenai satu aspek saja, yakni peran imajinasi dalam membentuk pemahaman bangsa mengenai sejarahnya dan kemudian bagaimana bersikap dan menjalani hidup.

Jagal atau ”The Act of Killing” adalah film yang bercerita tentang bagaimana para pembunuh massal dan perbuatan lainnya yang termasuk kejahatan terhadap kemanusiaan malah dianggap sebagai indakan heroik.

Untuk membuat pembunuhan massal jadi ”mudah”, film bermain dengan imajinasi dan fantasi masyarakat. Komunis dibuat tampak seperti haus darah yang siap membunuh orang Indonesia nonkomunis. Oleh karenanya, kaum nonkomunis pun bersiap untuk ”membela diri” dengan membunuh komunis terlebih dahulu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari pembantaian inilah, para pelaku (nonkomunis di Indonesia) kemudian membangun kekuasaannya. Mereka menggaungkan fakta bahwa mereka adalah korban dari kekejam-an komunis. Jatuhnya ratusan korban pascaperistiwa pembantaian, dalam imajinasi masyarakat Indonesia, dibuat tidak pernah ada.

Melalui film ini, penonton dibawa ke alam fantasi para pembunuh. Bukan hanya bagaimana, serta fantasi apa yang mereka bangun untuk orang Indonesia, tetapi juga bagaimana imajinasi seseorang berperan dalam perbuatan pembunuhan (”Act of Killing”) itu sendiri.

Film ini begitu menyentak. Mencubit penonton dengan sa­­­ngat keras, apalagi orang Indonesia. Menonton film ini membuat kita sadar bahwa realita tentang G-30-S yang kita tahu sehari-hari telah terbungkus oleh hiasan manis untuk menutupi borok-borok sejarah.

Saran saya, tontonlah film ini. Lalu mulailah berbagi cerita yang sesungguhnya tentang peristiwa G-30-S.

[http://kom.ps/ACVeZZ]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.