PSK Sarkem Bisa Layani 5 Pelanggan Semalam - Kompas.com

PSK Sarkem Bisa Layani 5 Pelanggan Semalam

Kompas.com - 02/10/2012, 11:14 WIB

 

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Perempuan pekerja seks komersial (PSK) mulai dari usia belasan sampai puluhan tahun dapat dengan mudah dijumpai di kawasan Pasar Kembang, atau yang biasa dikenal dengan sebutan Sarkem. Hanya dengan uang Rp 150.000-Rp 300.000, pengunjung area prostitusi yang berada di kawasan wisata belanja Malioboro, Yogyakarta, ini sudah bisa mengajak salah satu perempuan yang menjajakan diri di sana.

Biasanya, harga "sewa" disesuaikan dengan fisik PSK. Semakin cantik akan semakin mahal tarifnya. "Kami tidak mau basa-basi dalam melakukan transaksi, kalau tertarik langsung datangi. Harga deal, langsung! Atau, mau menemani minum-minum juga tidak apa-apa, asal cocok saja," ujar salah satu PSK yang ditemui di kawasan itu, akhir pekan lalu.

Di dalam lokalisasi yang berada di perumahan padat penduduk ini terdapat ratusan PSK. Kebanyakan PSK berasal dari luar Kota Yogya, ada yang dari Temanggung, Semarang, Jepara, Nganjuk, bahkan Jawa Timur dan Kalimantan. Begitu juga dengan induk semang alias mucikarinya, mereka datang dari Magelang, Surabaya, dan Bandung.

Satu rumah bordil di Sarkem bisa dihuni hingga belasan PSK bersama satu induk semang. Rumah yang pada malam hari berubah menjadi tempat mangkal tersebut sudah dilengkapi dengan sofa panjang, minibar, sound system, dan beberapa kamar. Tarif per kamar antara Rp 50.000 dan Rp 60.000. Adapun tarif bermalam sebesar Rp 70.000-Rp 80.000 dengan fasilitas kamar, tempat tidur, handuk, dan kipas angin.

Buka sejak sore hari hingga menjelang pagi, dipastikan gang-gang di Sarkem akan berjubel dengan laki-laki hidung belang saat musim libur tiba. "Hari biasa saya bisa melayani dua atau tiga laki-laki, tetapi kalau musim liburan saya bisa sampai empat-lima kali. Itu juga tergantung fisik saya," papar seorang PSK yang mengaku sudah terjun di bisnis ini sejak tiga tahun lalu. 

Untuk menjamin kesehatan mereka, PSK ini mengaku, setiap pengunjung diharuskan memakai kondom. Gerakan menggunakan kondom mulai digalakkan setelah beberapa yayasan dan LSM memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada para PSK beberapa tahun yang lalu.


EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Terkini Lainnya

KPK Cegah 38 Anggota DPRD Sumatera Utara ke Luar Negeri

KPK Cegah 38 Anggota DPRD Sumatera Utara ke Luar Negeri

Nasional
Cerita Sopir Taksi Fachruroji, Terharu Dapat Voucer Makan karena Beri Jamuan Ekstra kepada Penumpang

Cerita Sopir Taksi Fachruroji, Terharu Dapat Voucer Makan karena Beri Jamuan Ekstra kepada Penumpang

Megapolitan
Viral, Video Dua Anak Curi Uang Nasabah di ATM Makassar

Viral, Video Dua Anak Curi Uang Nasabah di ATM Makassar

Regional
Azyumardi Azra: Kantor Pemerintahan hingga Rumah Ibadah Tak Boleh Jadi Alat Politik Kekuasaan

Azyumardi Azra: Kantor Pemerintahan hingga Rumah Ibadah Tak Boleh Jadi Alat Politik Kekuasaan

Nasional
Gatot Nurmantyo: Indonesia Memiliki Modal untuk Menjadi Bangsa Besar

Gatot Nurmantyo: Indonesia Memiliki Modal untuk Menjadi Bangsa Besar

Nasional
Dewan Keamanan PBB akan Berkunjung ke Rakhine Pekan Depan

Dewan Keamanan PBB akan Berkunjung ke Rakhine Pekan Depan

Internasional
Jarang Singgung Selebriti di Twitter, Kali Ini Trump Sebut Kanye West

Jarang Singgung Selebriti di Twitter, Kali Ini Trump Sebut Kanye West

Internasional
Cerita Kopi Dunia asal Indonesia yang Akhirnya Masuk Warung Pinggir Jalan

Cerita Kopi Dunia asal Indonesia yang Akhirnya Masuk Warung Pinggir Jalan

BrandzView
KPAI Terima Pengaduan Orangtua dan Siswa yang Kesal dengan UNBK SMP/Sederajat

KPAI Terima Pengaduan Orangtua dan Siswa yang Kesal dengan UNBK SMP/Sederajat

Nasional
Kasus Zumi Zola, KPK Lakukan Penyitaan Dokumen Proyek dan Keuangan

Kasus Zumi Zola, KPK Lakukan Penyitaan Dokumen Proyek dan Keuangan

Nasional
Pengeboran Minyak yang Meledak di Aceh Timur Sudah Jadi Mata Pencarian Ribuan Warga

Pengeboran Minyak yang Meledak di Aceh Timur Sudah Jadi Mata Pencarian Ribuan Warga

Regional
Cemburu dan Marah di Balik Pembunuhan dengan Modus Menabrak di Tambora

Cemburu dan Marah di Balik Pembunuhan dengan Modus Menabrak di Tambora

Megapolitan
Cak Imin Anggap Isu Korupsi di Kemenakertrans 'Black Campaign'

Cak Imin Anggap Isu Korupsi di Kemenakertrans "Black Campaign"

Nasional
Berita Populer: Propaganda Korut, hingga Pelajar Rusia di Luar Negeri Diimbau Pulang

Berita Populer: Propaganda Korut, hingga Pelajar Rusia di Luar Negeri Diimbau Pulang

Internasional
Elektabilitas Masih Rendah, Cak Imin Anggap Itu Motivasi

Elektabilitas Masih Rendah, Cak Imin Anggap Itu Motivasi

Nasional

Close Ads X