Kompas.com - 26/09/2012, 17:57 WIB
EditorFarid Assifa

BUKITTINGGI, KOMPAS.com - Gunung Marapi yang berada di antara Kabupaten Tanahdatar dan Agam, Sumatera Barat, Rabu (26/9/2012) sekitar pukul 16.30 WIB kembali meletus dengan mengeluarkan abu vulkanik.

"Letusan terjadi pada gunung tersebut belum diketahui apakah mengeluarkan material seperti lahar. Abu vulkanik yang disemburkan gunung sangat tinggi di atas permukaan gunung," kata St. Sinaro, warga Sungaipuar, Kabupaten Agam, Rabu.

Dia menyebutkan, sebelum mengeluarkan abu vulkanik, terdengar suara gemuruh. "Suara dikeluarkan tersebut apakah bersumber dari gunung tidak tahu persis, yang jelas setelah suara gemuruh tersebut terlihat gunung mengeluarkan abu vulkanik sangat tinggi," katanya.    

Warga lainya Suryani, mengaku sangat terkejut melihat abu vulkanik dari gunung setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut yang sangat tinggi itu.    

"Hampir tiap pagi dan sore sejak aktivitas gunung meningkat pada 3 Agustus 2012 mengeluarkan abu vulkanik. Tapi, abu vulkanik yang disemburkan kali ini sangat tinggi sekali," kata dia.

Dia memperkirakan abu vulkanik yang disemburkan gunung tersebut mencapai 1.000 meter lebih dari puncak gunung.  

Semburan abu vulkanik juga terlihat jelas dari kejauhan yakni Kota Bukittinggi, dan bahkan dari Kota Payakumbuh, yang berjarak sekitar 32 KM dari Gunung Marapi. 

Miko, salah seorang warga Kota Payakumbuh, mengaku dapat melihat jelas semburan abu vulkanik dari gunung tersebut. Sejak peningkatan aktivitas gunung terjadi pada 3 Agustus 2011 lalu, PVMBG hingga kini masih menetapkan status gunung waspada level II.

"Warga dan pendaki masih dilarang mendekati gunung sampai 3 kilometer dari puncaknya," kata dia.

Salah satu gunung api aktif di Sumbar ini terakhir kali meletus pada 2005 lalu. Kawasan Gunung Marapi merupakan kawasan konservasi di Sumbar, yakni Suaka Alam Marapi. Sejak akhir abad ke-18 hingga 2008, gunung itu tercatat sudah 454 kali meletus, 50 kali di antaranya dalam skala besar.    

Gunung ini juga kerap dikunjungi para pendaki terutama pada hari libur dan pergantian tahun. Titik awal pendakian berada di daerah Kotobaru, Tanah Datar dengan lama perjalanan dari Kota Padang menuju Kotobaru sekitar 1,5 jam.     

Dalam kondisi aktif normal, gunung yang berdampingan dengan Gunung Singgalang dan Gunung Tandikek itu menjadi salah satu tujuan bagi pendaki dari dalam maupun dari luar Sumatera Barat.    

Peningkatan aktivitas gunung terjadi 3 Agustus 2011 itu, gunung sempat menyemburkan abu vulkanik berbau belerang mencapai 1.000 meter menjangkau Kota Padangpanjang, Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.