Penerbangan Terhambat Kabut Asap

Kompas.com - 26/09/2012, 16:03 WIB
|
EditorNasru Alam Aziz

JAMBI, KOMPAS.com — Pekatnya kabut asap kebakaran lahan dan hutan mengakibatkan penerbangan di Kota Jambi terhambat. Sejak pagi hingga sore, Rabu (26/9/2012), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jambi tidak merekomendasikan aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi.

"Kami belum rekomendasikan pesawat mendarat ataupun terbang karena rendahnya jarak pandang akan membahayakan aktivitas penerbangan," ujar  Koordinator Bidang Pengkajian dan Informasi BMKG Jambi Kurnianingsih, Rabu (26/9/2012), di Jambi.

Jarak pandang sejak pukul 06.00 WIB hingga 15.00 masih di bawah normal, yaitu 1.000 meter. Penerbangan direkomendasikan aman dengan jarak pandang di atas 2 km.

Pada hari-hari sebelumnya, jarak pandang yang rendah pada pagi hari biasanya membaik menjelang pukul 11.00. Pekatnya kabut asap hingga sore diduga karena pergerakan angin sangat rendah sehingga menyebabkan kabut bertahan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Diperpanjang, Wabup Kebumen: Tunggu Surat Resmi dari Pusat

PPKM Diperpanjang, Wabup Kebumen: Tunggu Surat Resmi dari Pusat

Regional
Cegah Kerumunan Akhir Pekan, Jalan Darmo dan Jalan Tunjungani Surabaya Ditutup

Cegah Kerumunan Akhir Pekan, Jalan Darmo dan Jalan Tunjungani Surabaya Ditutup

Regional
Seorang Kakek Ditemukan Selamat Setelah 3 Hari Hilang, Terduduk Lemas di Pinggir Tebing

Seorang Kakek Ditemukan Selamat Setelah 3 Hari Hilang, Terduduk Lemas di Pinggir Tebing

Regional
Viral Video Polisi Sergap Komplotan Penjahat di Tengah Jalan, Direkam Warga dan Terdengar Suara Tembakan

Viral Video Polisi Sergap Komplotan Penjahat di Tengah Jalan, Direkam Warga dan Terdengar Suara Tembakan

Regional
Gugatan Pilkada Surabaya, Tim Machfud Arifin-Mujiaman Siapkan Kejutan di Sidang Perdana

Gugatan Pilkada Surabaya, Tim Machfud Arifin-Mujiaman Siapkan Kejutan di Sidang Perdana

Regional
Penyergapan Penjahat di Ciamis Berlangsung Dramatis, Begini Kejadiannya

Penyergapan Penjahat di Ciamis Berlangsung Dramatis, Begini Kejadiannya

Regional
Emil Dardak Persilakan PPKM Dimodifikasi jika Ada Kegiatan Lain Berisiko Tinggi

Emil Dardak Persilakan PPKM Dimodifikasi jika Ada Kegiatan Lain Berisiko Tinggi

Regional
Kasus Pengambilan Paksa Jenazah Pasien Covid-19, 12 Warga Sukarela Datangi Polres Probolingo

Kasus Pengambilan Paksa Jenazah Pasien Covid-19, 12 Warga Sukarela Datangi Polres Probolingo

Regional
Kasus Jenazah Remaja Perempuan di Karawang, Ini Hasil Otopsi RS

Kasus Jenazah Remaja Perempuan di Karawang, Ini Hasil Otopsi RS

Regional
Sempat Divaksin, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Terinfeksi Covid-19

Sempat Divaksin, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Terinfeksi Covid-19

Regional
Gempa Magnitodo 5,1 di Talaud Sulut, BMKG: Ini Gempa Susulan

Gempa Magnitodo 5,1 di Talaud Sulut, BMKG: Ini Gempa Susulan

Regional
Staf Protokol Bupati Kulon Progo Tertular Covid-19, Imbas Klaster Keluarga

Staf Protokol Bupati Kulon Progo Tertular Covid-19, Imbas Klaster Keluarga

Regional
Bacok Korban Berkali-kali, Pemuda di Cianjur Ini Mengaku sebagai Perempuan di Facebook

Bacok Korban Berkali-kali, Pemuda di Cianjur Ini Mengaku sebagai Perempuan di Facebook

Regional
Kasus Anak Gugat Orangtua karena Fortuner, Hakim: Selama Belum Putusan, Masih Mungkin Mediasi

Kasus Anak Gugat Orangtua karena Fortuner, Hakim: Selama Belum Putusan, Masih Mungkin Mediasi

Regional
'Kami Sangat Terpukul, Kami Minta Pelaku Dihukum Berat, kalau Perlu Dihukum Mati'

"Kami Sangat Terpukul, Kami Minta Pelaku Dihukum Berat, kalau Perlu Dihukum Mati"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X