Belum Ada Evakuasi Warga akibat Letusan Lokon

Kompas.com - 21/09/2012, 21:49 WIB

MANADO, KOMPAS.com — Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Utara Hoyke Makarawung mengatakan, walaupun terjadi letusan susulan Gunung Lokon di Kota Tomohon pukul 17.18 Wita, belum ada rekomendasi untuk mengevakuasi warga di radius bahaya.

"Dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi Bandung juga tidak memperluas radius bahaya dua koma lima kilometer dari titik letusan atau kawah," kata Makarawung, di Manado, Jumat (21/9/2012).

Dia mengatakan, dari data yang diberikan secara kontinyu, pola letusan Gunung Lokon sudah bisa diprediksi karena setelah terjadi peningkatan aktivitas vulkanik, akan diikuti dengan letusan dengan ketinggian letusan variatif.

"Pemerintah provinsi tidak menginkan terjadinya bencana, apalagi kalau sampai terjadi korban jiwa. Kami berharap warga tetap waspada, khususnya mereka yang tinggal di radius bahaya dua koma lima kilometer," ungkapnya.


Makarawung mengatakan, apabila terjadi peningkatan aktivitas yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat, hal yang harus dilakukan adalah melakukan evakuasi terhadap warga di Kelurahan Kakaskasen I, Kelurahan Kinilow I, dan Kelurahan Kinilow, Kecamatan Tomohon Utara, di mana daerah ini masuk dalam radius bahaya Gunung Lokon.

Selanjutnya, menurut dia, melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Tomohon untuk menyediakan titik-titik pengungsian, seperti Taman Kota, Universitas Kristen Indonesia Tomohon, SMA Kristen, serta bangunan pemerintah dan swasta lainnya yang digunakan pada saat terjadi letusan Juli 2011 lalu.

"Tentu Pemerintah Kota Tomohon sudah memiliki rencana kontijensi berkaitan dengan penanganan bencana gunung api. Kami akan berkoordinasi dengan mereka," ungkap dia.

Dia menambahkan, dari segi stok cadangan untuk pengungsi, apabila memang diperlukan, Pemerintah Kota sudah menyiapkannya dengan mengalokasikannya dalam APBD.

Namun, menurut dia, pemerintah provinsi atau BPBD juga akan memberikan bantuan apabila memang dibutuhkan akibat gelombang pengungsi cukup banyak.

"Mudah-mudahan tidak sampai pada evakuasi dan ditampung pada titik-titik pengungsian karena secara psikologis dan fisik akan memberikan dampak bagi korban," harap dia.

Sebelum terjadi letusan susulan pukul 17.18 Wita, pada pukul 10.18 Wita juga terjadi letusan serupa dengan ketinggian debu letusan mencapai 2.500 meter.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorBenny N Joewono
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Syukur Warga Samosir yang Anak-anaknya Masih Belajar Pakai Lampu Teplok

Syukur Warga Samosir yang Anak-anaknya Masih Belajar Pakai Lampu Teplok

Regional
Akun Lisa Marlina Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa, Ni Luh Djelantik Lapor Polisi

Akun Lisa Marlina Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa, Ni Luh Djelantik Lapor Polisi

Regional
Preman Tewas Ditembak setelah Palak Truk, Sopirnya Ternyata Polisi

Preman Tewas Ditembak setelah Palak Truk, Sopirnya Ternyata Polisi

Regional
Didi Kempot, The Godfather of Broken Heart Asal Solo yang Ciptakan 800 Lagu

Didi Kempot, The Godfather of Broken Heart Asal Solo yang Ciptakan 800 Lagu

Regional
Cerita Lilik Gantikan Nazar Amien Rais, Idolakan Wayang Sengkuni hingga Hati Geram

Cerita Lilik Gantikan Nazar Amien Rais, Idolakan Wayang Sengkuni hingga Hati Geram

Regional
Jenazah Perempuan yang Diduga Korban Pembunuhan di Sukabumi Tiba di Rumah Duka

Jenazah Perempuan yang Diduga Korban Pembunuhan di Sukabumi Tiba di Rumah Duka

Regional
[POPULER NUSANTARA] Lilik Gantikan Nazar Amien Rais | Viral Kicauan Lisa Marlina tentang Bali

[POPULER NUSANTARA] Lilik Gantikan Nazar Amien Rais | Viral Kicauan Lisa Marlina tentang Bali

Regional
Upaya Menyelamatkan Anisa, TKW yang Disiksa Majikan Malaysia hingga Gigi Rontok

Upaya Menyelamatkan Anisa, TKW yang Disiksa Majikan Malaysia hingga Gigi Rontok

Regional
Ditemukan Reruntuhan Diduga Ruang Tamu Istana Kesultanan Banten

Ditemukan Reruntuhan Diduga Ruang Tamu Istana Kesultanan Banten

Regional
Keluarga Nunung di Solo: Tak Sangka Orang Sebaik Mama Nunung Pakai Sabu...

Keluarga Nunung di Solo: Tak Sangka Orang Sebaik Mama Nunung Pakai Sabu...

Regional
Kisah Pilu TKW Turini, Tak Digaji 21 Tahun hingga 'Dipenjara' Dalam Rumah

Kisah Pilu TKW Turini, Tak Digaji 21 Tahun hingga "Dipenjara" Dalam Rumah

Regional
Harapan Sang Taruna yang Berujung Maut di Sekolah Impian

Harapan Sang Taruna yang Berujung Maut di Sekolah Impian

Regional
6 Fakta Baru Kebakaran Hutan Gunung Panderman, 60 Hektar Dilalap Api hingga Semua Pendaki Selamat

6 Fakta Baru Kebakaran Hutan Gunung Panderman, 60 Hektar Dilalap Api hingga Semua Pendaki Selamat

Regional
Ini Nama 50 Anggota DPRD Kota Bandung 2019-2024

Ini Nama 50 Anggota DPRD Kota Bandung 2019-2024

Regional
Terungkap, Identitas Mayat Perempuan Nyaris Tanpa Busana di Sukabumi

Terungkap, Identitas Mayat Perempuan Nyaris Tanpa Busana di Sukabumi

Regional
Close Ads X