Warga Dilarang Beraktivitas Dekat Kawah Tompaluan

Kompas.com - 21/09/2012, 14:47 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

MANADO, KOMPAS.com - Terkait dengan aktivitas Gunung Lokon yang dalam sepekan telah beberapa kali meletus, Kepala Pos Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Gunung Lokon dan Mahawu Farid Ruskanda Bina meminta agar warga tidak melakukan aktivitas pada radius 2,5 kilometer dari Kawah Tompaluan, Lokon.

"Aktivitas Lokon saat ini masih cukup tinggi, hal ini ditandai dengan terjadinya gempa vulkanik di gunung itu, yang bisa mengakibatkan Lokon sewaktu-waktu dapat meletus ulang," kata Farid, Jumat (21/09/2012).

Pagi tadi pukul 10.20 Wita Lokon kembali meletus dengan lontaran abu vulkanis 2500 meter ke udara. Letusan tersebut mengakibatkan beberapa wilayah di sekitar Lokon termasuk Kota Manado dihujani abu.

Status Gunung Lokon sendiri hingga saat ini masih berada dalam level siaga III. Level Siaga ini sudah cukup lama ditetapkan sejak pasca letusan pada tahun 2011 lalu.

Warga yang berada di Kinilow, yang merupakan daerah terdekat dengan kawah Tompaluan diminta untuk tetap waspada dan bersiaga. "Letusan bisa terjadi kapan saja," ujar Camat Tomohon Utara FH Lantang.

Di sisi lain warga Kakaskasen sudah mulai terbiasa dengan letusan Lokon yang sering terjadi. "Karena sudah beberapa kali meletus kami sudah tidak panik lagi. Semoga tidak ada letusan dahsyat," ujar Yulin Tangkawarouw warga Kakaskasen III. 

***
Berita terkait dapat diikuti dalam topik: Gunung Lokon Meletus Lagi

Baca tentang
    Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Main TikTok di Suramadu, Didenda Rp 500.000...

    Main TikTok di Suramadu, Didenda Rp 500.000...

    Regional
    Viral, Video Penganiayaan Ojol di Pekanbaru, Ini Respons Polisi

    Viral, Video Penganiayaan Ojol di Pekanbaru, Ini Respons Polisi

    Regional
    Tradisi Pacaran Orang Rimba, 2.000 Hari Mengabdi di Calon Mertua, Pegang Tangan Pacar Kena Denda

    Tradisi Pacaran Orang Rimba, 2.000 Hari Mengabdi di Calon Mertua, Pegang Tangan Pacar Kena Denda

    Regional
    Viral, Video Pria di Lombok Nikahi Kekasihnya dengan Maskawin Sandal Jepit dan Segelas Air

    Viral, Video Pria di Lombok Nikahi Kekasihnya dengan Maskawin Sandal Jepit dan Segelas Air

    Regional
    Perjalanan Pengusaha Warteg Kalahkan Covid-19, Naik Travel dari Depok, Sembuh Diiringi Tabuhan Rebana

    Perjalanan Pengusaha Warteg Kalahkan Covid-19, Naik Travel dari Depok, Sembuh Diiringi Tabuhan Rebana

    Regional
    Cerita Syarif, Tersesat di Hutan Papua, Makan Buah Biji Anggrek untuk Bertahan

    Cerita Syarif, Tersesat di Hutan Papua, Makan Buah Biji Anggrek untuk Bertahan

    Regional
    Belajar Toleransi dari Suku Wajor, Pantang Bertengkar Hanya karena Berbeda

    Belajar Toleransi dari Suku Wajor, Pantang Bertengkar Hanya karena Berbeda

    Regional
    Tak Ingin Bebankan Suami, Model Ini Minta Mas Kawin Sandal Jepit dan Segelas Air

    Tak Ingin Bebankan Suami, Model Ini Minta Mas Kawin Sandal Jepit dan Segelas Air

    Regional
    Seorang Kakek Ditangkap karena Jual Ganja, Polisi: Berdiri Saja Tersangka Ini Sudah Tidak Kuat

    Seorang Kakek Ditangkap karena Jual Ganja, Polisi: Berdiri Saja Tersangka Ini Sudah Tidak Kuat

    Regional
    'Ada Ibu-ibu Bikin TikTok di Suramadu, Akhirnya Kami Spontan Langsung Meniru'

    "Ada Ibu-ibu Bikin TikTok di Suramadu, Akhirnya Kami Spontan Langsung Meniru"

    Regional
    Melacak Sederet Nama di Dinding Rumah Tersangka Pencabulan 19 Bocah di Sukabumi...

    Melacak Sederet Nama di Dinding Rumah Tersangka Pencabulan 19 Bocah di Sukabumi...

    Regional
    Sudah Janjian, 2 Pasien Covid-19 Kabur Hampir Bersamaan dari Lokasi yang Berbeda

    Sudah Janjian, 2 Pasien Covid-19 Kabur Hampir Bersamaan dari Lokasi yang Berbeda

    Regional
    [POPULER NUSANTARA] Sengketa TNI dan Pemkot Magelang | Ada Apa dengan Suroto?

    [POPULER NUSANTARA] Sengketa TNI dan Pemkot Magelang | Ada Apa dengan Suroto?

    Regional
    Sebelum Tiduran 10 Tahun hingga Rambutnya Gimbal dan Jadi Bantal, Begini Sosok Suroto...

    Sebelum Tiduran 10 Tahun hingga Rambutnya Gimbal dan Jadi Bantal, Begini Sosok Suroto...

    Regional
    'Sebelumnya Ada Video TikTok di Suramadu, Kok Kelihatan Bagus, Akhirnya Kami Ikut-ikutan'

    "Sebelumnya Ada Video TikTok di Suramadu, Kok Kelihatan Bagus, Akhirnya Kami Ikut-ikutan"

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X