Curi Kotak Amal, Bocah 15 Tahun Dicambuk - Kompas.com

Curi Kotak Amal, Bocah 15 Tahun Dicambuk

Kompas.com - 21/09/2012, 13:59 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com - Wajah Pt (15) babak belur dipukuli petugas keamanan dan kebersihan Masjid Agung Palembang, Rabu sekitar pukul 13.30 WIB lalu. Ia diamuk massa karena tertangkap tangan mencoba mencuri uang yang ada di dalam kotak amal Masjid Agung Palembang.

Oleh petugas keamanan Masjid Agung, Pt yang sudah babak belur digiring ke Mapolresta Palembang dengan wajah lebam. Tidak hanya itu, bagian belakang tubuhnya dipenuhi luka setelah dicambuk dengan menggunakan tali pinggang oleh para petugas Masjid Agung.

"Saya nyuri kotak amal itu atas suruhan dari seorang teman saya. Kalau saya tidak menurut, saya akan ditusuknya dengan pisau," ujar warga Desa Penumbangan Lama, Kecamatan Tulang Bawang, Lampung Selatan, saat dijumpai di Mapolresta Palembang, Kamis (20/9/2012) kemarin.

Pt mengaku tidak punya kerabat di kota Palembang. Sejak dua tahun berkelana di kota pempek ini, dia tidur di jalanan dan mengais rejeki dengan menjadi pengamen. Uang hasil mengamennya pun hanya cukup untuk membeli nasi. Belum lagi, ia masih harus berbagi dengan teman-teman ngamen lainnya..

"Saya diajak ke Palembang oleh teman satu daerah saya. Namun, begitu sampai di sini, saya tidak pernah bertemu dengan dia. Untuk cari makan, saya ngamen," ujar bocah yang enggan pulang kampung karena tidak ingin dipaksa orangtua untuk melanjutkan sekolah.

Saat beraksi, Pt mulanya tidur di lantai tiga Masjid Agung. Saat ia bangun pada pukul 13.00, ia melihat kotak amal di lantai tiga. Merasa tidak ada orang saat itu, Pt tanpa ragu membuka tutup kotak amal dan mengambil uang yang jumlahnya Rp 54.000.

Namun, belum tuntas aksinya, seorang petugas kebersihan mengetahui aksi Pt. Ia berteriak sehingga memancing banyak orang ke lantai tiga Masjid Agung. Tanpa mempertimbangkan Pt yang masih di bawah umur, petugas Masjid Agung 'mengeksekusi' Pt tanpa ampun hingga nekat mencambuk bagian belakang Pt.

Kepala Polresta Palembang, Kombes Pol Sabarudin Ginting, melalui Kasat Reskrim, Kompol Djoko Julianto, membenarkan korban telah ditangkap. Saat ini, korban sudah diamankan untuk dimintai keterangan. "Dia diserahkan oleh petuga Masjid Agung karena tertangkap tangan mencuri uang celengan. Kami masih akan mengorek informasi lebih lanjut dari dirinya," ujar Joko singkat.


EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Terkini Lainnya

Sandiaga Beberkan Alasan Tak Tunjuk PNS Jadi Komisaris Utama di PT Delta Djakarta

Sandiaga Beberkan Alasan Tak Tunjuk PNS Jadi Komisaris Utama di PT Delta Djakarta

Megapolitan
Banyak TKA Ilegal, Komisi IX DPR Minta Pemerintah Bentuk Tim Pengawas di Daerah

Banyak TKA Ilegal, Komisi IX DPR Minta Pemerintah Bentuk Tim Pengawas di Daerah

Nasional
Digelar Sebulan, Art Jog 2018 Gelar 83 Penampilan dan Hadirkan Seniman Mulyana

Digelar Sebulan, Art Jog 2018 Gelar 83 Penampilan dan Hadirkan Seniman Mulyana

Regional
Dirjen Imigrasi Sebut Perpres TKA Hanya Sederhanakan Birokrasi

Dirjen Imigrasi Sebut Perpres TKA Hanya Sederhanakan Birokrasi

Nasional
AS Berharap Pertemuan Dua Korea Hasilkan Perdamaian

AS Berharap Pertemuan Dua Korea Hasilkan Perdamaian

Internasional
Peluang JK Kembali Jadi Cawapres Hanya Melalui Amandemen UUD 1945

Peluang JK Kembali Jadi Cawapres Hanya Melalui Amandemen UUD 1945

Nasional
Panitia Larang Atribut Politik dalam Acara 'Untukmu Indonesia' di Monas

Panitia Larang Atribut Politik dalam Acara "Untukmu Indonesia" di Monas

Megapolitan
Diduga Korban Tanah Longsor, Dua Kerangka Manusia Ditemukan di Ponorogo

Diduga Korban Tanah Longsor, Dua Kerangka Manusia Ditemukan di Ponorogo

Regional
Senyum Kim dan Moon Saat Bergandengan Tangan Lewati Garis Perbatasan

Senyum Kim dan Moon Saat Bergandengan Tangan Lewati Garis Perbatasan

Internasional
12 Jembatan Penyeberangan di Sudirman-Thamrin Bakal Dibuat Kekinian

12 Jembatan Penyeberangan di Sudirman-Thamrin Bakal Dibuat Kekinian

Megapolitan
Gerindra dan PKS Dirikan Sekretariat Bersama Pemenangan Prabowo

Gerindra dan PKS Dirikan Sekretariat Bersama Pemenangan Prabowo

Nasional
Dilarang Disparbud, Panitia 'Untukmu Indonesia' Tetap Akan Bagikan Sembako di Monas

Dilarang Disparbud, Panitia "Untukmu Indonesia" Tetap Akan Bagikan Sembako di Monas

Megapolitan
Pemerintah dan DPR Belum Sepakat soal Definisi Terorisme, Pembahasan RUU Diperpanjang

Pemerintah dan DPR Belum Sepakat soal Definisi Terorisme, Pembahasan RUU Diperpanjang

Nasional
Sopir Kopaja Mabuk Berujung Kecelakaan dengan Honda HR-V di Rasuna Said

Sopir Kopaja Mabuk Berujung Kecelakaan dengan Honda HR-V di Rasuna Said

Megapolitan
Sepi Pembeli, Pedagang Blok G Ini Tutup Lapak Baju Koko Jelang Ramadhan

Sepi Pembeli, Pedagang Blok G Ini Tutup Lapak Baju Koko Jelang Ramadhan

Megapolitan

Close Ads X