Niru Jokowi, Garudana Pakai Kemeja "Kotak-kotak" - Kompas.com

Niru Jokowi, Garudana Pakai Kemeja "Kotak-kotak"

Kompas.com - 13/09/2012, 18:43 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Salah satu pasangan bakal calon (balon) Gubernur Sulsel Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir Pasinringi mendaftar ke kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sulawesi Selatan di Jalan AP Pettarani, Kamis (13/9/2012) sekitar pukul 15.30 Wita. Pasangan yang dikenal Garudana ini mendatangi KPUD dengan berjalan kaki dan dikawal ketat aparat kepolisian.

Pasangan Garudana ini mendatangi KPU dengan berjalan kaki dan mengenakan kemeja kotak-kotak seperti pasangan calon Gubernur DKI Jakarta, Jokowi-Ahok. Rombongan pengantar pasangan ini juga mengenakan kemeja kotak-kotak.

Ketua Umum Partai Gerinda Prabowo Subianto yang dijadwal akan mengawal pencalonan Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir Pasinringi ini batal hadir. Pasangan balon gubernur ini hanya didampingi anggota Dewan Pembina Partai Gerindra.

Rombongan pasangan balon Gebernur Garudana langsung diterima Ketua KPUD Sulsel Jayadi Nas dan anggotanya serta anggota Panwaslu. Garudana pun langsung menyerahkan berkas pencalonan balon Gubernur Sulsel.

Dalam berkas pencalonan, Garudana dari Partai Gerindra ini mengklaim diusung 19 partai dengan presentase perolehan suara 15,92 persen. Partai pengusung Garudana antara lain Partai Perjuangan Indonesia Baru, Partai Pemuda Indonesia, Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Kedaulatan, Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia, Partai Indonesia Sejahtera, Partai Merdeka, Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia, Partai Buruh, Partai Persatuan Nahdatul Ummah Indonesia, dan Partai Matahari Bangsa.

Selanjutnya Partai Peduli Rakyat Nasional, Partai Kasih Demokrasi Indonesia, Partai Penegak Demokrasi Indonesia, Partai Demokrasi Pembaruan, Partai Barisan Nasional, Partai Nasional, Indonesia Marhaenisme, Partai Pelopor, dan Partai Persatuan Daerah.

Jayadi Nas saat menerima berkas balon Gubernur Sulsel menyatakan, pencalonan Garudana sudah memenuhi syarat. Namun KPUD Sulsel tetap akan verifikasi data berkas Garudana. Nantinya, KPUD akan menetapkan calon Gubernur Sulsel setelah verifikasi dilakukan.

"Ini baru bakal calon. Berkasnya sudah memenuhi syarat, namun akan diverifikasi oleh KPUD Sulsel. Termasuk daftar partai pengusung akan diverifikasi ke DPP-nya, apa benar atau tidak mengusung Garudana. Saat verifikasi nanti, Kementerian Hukum dan HAM ikut serta," katanya.

Setelah mendaftarkan diri sebagai balon Gubernur Sulsel, Garudana didampingi Permadi memberikan penjelasan kepada media dan pendukungnya di Kantor KPU Sulsel. Menurut Rudiyanto, Garudana akan menjadikan Pilgub Jakarta sebagai tolak ukur.

"Garudana bisa membalikkan fakta. Buktinya, selama ini digembar-gemborkan hanya ada dua pasangan calon. Tapi buktinya, Garudana bisa meramaikan Pilgub Sulsel. Saya minta media juga tetap independen, karena selama ini diberitakan selalu hanya dua pasangan calon," katanya.

Rudiyanto juga mengklaim dirinya tidak pernah kalah. Menurutnya, dia juga menjadi pelopor pendidikan gratis dan kesehatan gratis di Indonesia terutama di Sulsel.

"Saya tidak pernah kalah dalam bersaing. Buktinya saya juga pelopor pendidikan gratis dan kesehatan gratis di Indonesia, terutama di Sulsel. Karena saya sudah melaksanakannya di Sinjai. Begitu juga Andi Nawir, bisa menyejahterakan masyakat di Kabupaten Pinrang," aku bupati Sinjai ini.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorFarid Assifa
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

    Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

    Internasional
    Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

    Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

    Nasional
    Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

    Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

    Regional
    Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

    Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

    Internasional
    Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

    Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

    Nasional
    Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

    Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

    Internasional
    Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

    Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

    Internasional
    Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

    Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

    Nasional
    Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

    Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

    Regional
    Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

    Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

    Regional
    Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

    Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

    Nasional
    Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

    Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

    Regional
    Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

    Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

    Internasional
    Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

    Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

    Internasional
    Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

    Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

    Regional

    Close Ads X