Kompas.com - 13/09/2012, 06:39 WIB
EditorHertanto Soebijoto

PADANG, KOMPAS.com - Puluhan Kepala Keluarga di kompleks Perumahan Arai Pinang, Gunung Pangilun, Kota Padang, Sumatera Barat, terpaksa mengungsi karena rumah mereka terendam banjir akibat hujan yang terjadi pada Rabu (12/9/2012).

"Untuk sementara, kami terpaksa tinggal di rumah keluarga di Jalan Jati, karena rumah tidak bisa ditempati," ujar salah seorang korban banjir di Kecamatan Padang Utara, Padang, Rika Zufria (31), Kamis (13/9/2012).

Meski banjir kali ini yang terjadi tidak separah banjir yang terjadi 24 Juli 2012 sebelumnya, namun ibu empat orang ini mengaku trauma, karena kejadian sebelumnya masih teringat terutama saat usai shalat Magrib.

Ia mengaku, setiap usai shalat magrib, peristiwa banjir setinggi dua meter itu selalu saja terbayang dalam ingatannya. "Belum hilang ingatan peristiwa yang dulu itu, kini sudah banjir lagi," katanya.

Ia mengatakan, banjir yang terjadi itu sekitar pukul 16.30 WIB. "Saat hendak mengambil telekung, tiba-tiba air sudah masuk ke rumah. Saya langsung keluar sambil membawa barang-barang berharga dan meminta tolong kepada warga di sekitar," katanya.

Menurut dia, terdapat lebih dari 30 kepala keluarga di kawasan itu, dan semuanya terpaksa mengungsi karena air kembali meninggi sekitar pukul 17.30 WIB, apalgi hujan semakin lebat.

Hal senada diungkapkan Ridwan (29) yang juga mengungsi ke rumah keluarga. Kini dia hanya bisa menunggu air surut untuk bisa kembali ke rumahnya.

"Di dalam rumah air masih tergenang hampir satu meter, jadi diitunggu sampai surut dahulu baru bisa masuk, namun untuk malam ini terpaksa tidur di rumah tetangga atau di tenda," katanya.

Hingga pukul 23.00 WIB air masih belum surut dan terjadi pemadaman listrik. Warga berharap agar pemerintah dapat segera menyalurjan bantuan seperti selimut dan air bersih.

Banjir yang terjadi akibat luapan sungai Batang Kuranji tersebut terjadi Rabu sekitar pukul 16.30 WIB.

Air meluap antara lain di Kawasan Ulu Gadut, Kecamatan Lubuk Kilangan, Banda Gadang, Kecamatan Naanggalo dan Limau Manis Kecamatan Pauh.

Belum ada laporan korban jiwa dan jumlah kerugiannya masih belum bisa diperkirakan karena masih dalam pendataan petugas.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X