Kompas.com - 12/09/2012, 17:23 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

SAMPANG, KOMPAS.com - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Masykuri Abdillah, mengunjungi pengungsi korban bentrokan Syiah dan anti Syiah di Desa Karang Gayam dan Desa Bluuran, Kabupaten Sampang, Rabu (12/9/2012), di gedung tenis indoor.

Kunjungan tersebut menambah deretan daftar pejabat Jakarta yang sudah datang sebelumnya, seperti Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo, Menteri Pendidikan Nasional dan Kebudayaan Muhammad Nuh, Menteri Agama Surya Dharma Ali, dan pejabat kementrian lainnya.

Sebelum mendatangi lokasi pengungsian, Masykuri dan rombongan menggelar rapat tertutup bersama Bupati Sampang Noer Tjahja dan jajaran forum pimpinan daerah, selama empat jam lebih.

Kepada sejumlah media, Masykuri tidak menjelaskan detil hasil pertemuan tertutup itu. "Kedatangan kami hanya mendata saja dan mencari informasi untuk disampaikan kepada Presiden," katanya singkat.

Terkait dengan rencana evakuasi pengungsi ke rumah susun di Sidoarjo, Masykuri enggan menjawab pertanyaan wartawan. "Kami bukan pengambil kebijakan, masih ada beberapa opsi yang hingga saat ini masih menjadi pembahasan," imbuhnya.

Di lokasi pengungsian, Masykuri bersama rombongan hanya melihat-lihat dan mengambil beberapa jempretan gambar. Perbincangan singkat Masykuri dengan Iklil Al Milal, kakak kandung Tajul Muluk, pimpinan Syiah Sampang, diselingi dengan tawa kecil.

"Tidak ada pembicaraan serius kepada kami. Hanya menanyakan kondisi pengungsi dan meminta para pengungsi agar bersabar," ungkap Iklil.

Rombongan itu kemudian pulang bertolak menuju Surabaya. 

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X