Kompas.com - 11/09/2012, 17:06 WIB

KEFAMENANU, KOMPAS.com - Kejaksaan Negeri Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, dalam waktu dekat akan memanggil semua pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pada lingkup Pemda TTU. Pemanggilan tersebut terkait hebohnya rekening liar senilai Rp 8 miliar yang dimiliki pejabat TTU.

Pembukaan rekening oleh sejumlah SKPD yang dianggap liar itu sudah terungkap oleh Tim Auditor sejak awal Maret lalu. Namun baru terungkap hari ini.

"Sementara kita lakukan puldata dan pulbaket soal dugaan rekening liar sebanyak 115 dengan total nilai Rp 8 miliar lebih," kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kefamenanu Diding Kurniawan, Selasa (11/09/2012).

Menurut Diding, sementara ini pihaknya masih menerapkan praduga tak bersalah untuk SKPD yang membuka rekening liar itu. Untuk memastikannya, Kejaksaan akan segera memanggil sejumlah SKPD.

"Minggu depan kita sudah bisa panggil semua pimpinan SKPD untuk dimintai keterangan soal rekening liar itu," tandas Diding.

Sementara itu, Bupati Timor Tengah Utara Raimundus Fernandes yang dihubungi sebelumnya, mengakui sudah perintahkan tutup sejumlah rekening yang dianggap liar itu.

"Dari total 115, sekarang masih tersisa 27 rekening saja. Sedangkan lainnya sudah saya perintahkan untuk ditutup," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan oleh sejumlah media bahwa Pemerintah Daerah Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur dituding memelihara 115 rekening liar senilai Rp 8 miliar lebih selama dua tahun. Rekening tersebut diduga sengaja dibuka oleh beberapa pimpinan SKPD untuk menyimpan sejumlah uang milik Pemda TTU.

Dari informnasi yang dihimpun sebelumnya, rekening liar itu tidak tercantum pada daftar rekening kas di kas daerah dan tidak dilaporkan ke Bendahara Umum Daerah (BUD). Hal ini membuka peluang besar terjadinya penyelewengan keuangan.

Rincian penyebaran jumlah rekening di beberapa bank tercatat, 108 rekening di Bank NTT, Cabang Kefamenanu dan 18 rekening lainnya di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kefamenanu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.